Pembangunan Jalan Permanen Kayu Batu Dikebut, Pemdes Minta Pembebasan Lahan Segera Tuntas

redaksi

Fajarnews.co, Tenggarong – Pemerintah Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara, mempercepat persiapan pembangunan jalan alternatif permanen untuk menggantikan akses utama yang terputus akibat longsor.

Dilansir dari Korankaltim.com, Langkah tersebut dilakukan setelah Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menginstruksikan pembangunan jalur alternatif sebagai solusi atas terganggunya mobilitas masyarakat.

Kepala Desa Kayu Batu, Andri Shofyandani, mengatakan dinas terkait telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi lahan yang akan digunakan. Jalur permanen tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 150 meter.

“Dari dinas PU sudah hadir untuk memastikan kondisi dan perhitungan lahan, mereka juga memastikan dari pihak pemilik lahan tidak ada masalah di kemudian hari. Untuk lokasi masih di sekitaran wilayah itu juga,” kata Andri, Kamis (27/8/2026).

Pemdes Kayu Batu kini diminta menyiapkan dokumen pembebasan lahan milik warga yang terdampak pembangunan. Pemerintah desa berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan fisik bisa dilakukan sebelum musim hujan.

“Kami ingin proses ini bisa selesai secepatnya sebelum memasuki musim penghujan,” ujarnya.

Menurut Andri, percepatan pembangunan menjadi penting karena jalur darurat yang saat ini digunakan warga memiliki risiko tinggi ketika curah hujan meningkat. Kondisi kawasan yang sebelumnya merupakan rawa membuat jalan mudah tergenang saat debit air naik.

“Jalur sementara itu kalau hujan pasti akan banjir dan rawan sekali karena sebelum kering lokasi itu memang kawasan rawa,” jelasnya.

Untuk sementara, jalur alternatif darurat masih dapat dilewati kendaraan. Namun, Pemdes Kayu Batu membatasi kendaraan dengan muatan berat agar kondisi jalan tidak semakin rusak.

“K kalau kendaraan berat melintas pasti akan amblas dan tanah akan menurun,” ucap Andri.

Pembatasan tersebut terutama berlaku bagi kendaraan pengangkut komoditas dengan beban berat, termasuk kendaraan yang membawa ikan. Pemdes mengimbau pengangkutan dilakukan secara estafet dengan bongkar muat di lokasi yang lebih aman.

Selain menjaga kondisi jalan, langkah tersebut juga dilakukan karena jalur darurat memiliki tanjakan yang cukup tinggi dan berisiko bagi pengendara.

Pemdes Kayu Batu bersama Polsek setempat juga telah memasang rambu peringatan di sejumlah titik. Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintas pada malam hari.

Pemerintah desa berharap pembangunan jalur permanen dapat segera terealisasi sehingga akses transportasi masyarakat tetap aman dan tidak kembali terputus ketika musim penghujan tiba.

Related Post

Tinggalkan komentar