Pendingin Masih Membara, Api Sempat Dekati Pemukiman Warga

redaksi

Fajarnews.co, TENGGARONG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih menjadi perhatian tim gabungan hingga Rabu (26/8/2026).

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, total luasan lahan yang terbakar sejak hari pertama kejadian diperkirakan mencapai sekitar 311 hektare. Sementara itu, pada penanganan terbaru, tim melakukan pemadaman di sekitar lima hektare lahan di RT 05 dan dua hektare di RT 11.

Kondisi karhutla sempat mengkhawatirkan karena api mendekati permukiman warga. Warga di sekitar lokasi pun sempat diminta keluar dari rumah untuk mengantisipasi kemungkinan api meluas. Setelah kondisi dinilai kondusif, warga kemudian diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Koordinator Lapangan BPBD Kukar, Eko Surya Winata, mengatakan tim gabungan masih menemukan sejumlah titik api di lokasi. Kondisi tersebut menjadi kendala karena sebagian titik berada cukup jauh dan sulit dijangkau.

“Untuk kondisi saat ini masih ada beberapa titik api yang terlihat. Tidak sepenuhnya bisa dipadamkan karena jaraknya cukup jauh dan ada beberapa lokasi yang tidak terjangkau,” ujar Eko.

Karhutla terjadi di kawasan lahan gambut, tepatnya di Jalan RT 05 Jalan Haliburton, Kelurahan Pendingin. Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui.

Dalam penanganan pada Selasa (25/8/2026), tim BPBD Kukar bersama tim gabungan melakukan pendinginan dan pemadaman sejak siang hingga malam hari. Sekitar pukul 13.00 WITA, tim menerima laporan adanya titik api di RT 05 dan RT 11 dan langsung bergerak melakukan pemadaman.

Proses pemadaman berlanjut hingga malam. Personel bahkan bergantian agar proses pemadaman tidak terhenti. Sekitar pukul 20.00 WITA, tim kembali melakukan pemadaman hingga akhirnya sekitar pukul 00.30 WITA personel bergeser ke posko dan satuan masing-masing untuk beristirahat setelah kondisi dinilai cukup aman.

Eko menyebut, proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala, di antaranya konektor selang yang kerap bermasalah serta sumber air yang cukup jauh dari lokasi. Kabut asap yang tebal dan angin kencang juga menyulitkan tim dalam menjangkau titik-titik api.

“Selain kendala peralatan, sumber air juga cukup jauh. Kabut asap yang tebal dan angin yang kencang membuat proses pemadaman di beberapa titik menjadi lebih sulit,” jelasnya.

Dalam operasi tersebut, BPBD Kukar mengerahkan sejumlah peralatan dan melibatkan berbagai pihak.

Penanganan melibatkan BPBD Kukar bersama Manggala Agni, Damkarmatan Sanga-Sanga, relawan pemadam kebakaran, Polsek, Koramil, Karang Taruna Pendingin, sejumlah perusahaan penyedia suplai air, KPHP Delta Mahakam, KPHP Santan, hingga relawan dari Samarinda.

Hingga Rabu (26/8/2026) pagi, tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada api yang kembali membesar dan meluas ke area permukiman warga.

“Saat ini terpantau aman, tp biasanya disaat siang diantara pukul 11 sampe 14 siang baru keliatan ada titik api baru. Karena di lahan gambut titik api bisa muncul lagi disaat panas dan angin kencang,” pungkasnya.

Related Post

Tinggalkan komentar