Puluhan Siswa di Kukar Alami Gejala Keracunan Diduga Usai Konsumsi Menu MBG

redaksi

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Sebanyak 85 orang di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagian besar korban merupakan siswa sekolah, sementara satu korban lainnya adalah warga yang mencicipi makanan di Posyandu.

Dilansir dari detik.com, Camat Sebulu Edy Fahruddin mengatakan laporan pertama diterima setelah banyak siswa datang ke Puskesmas dengan keluhan mual, muntah, pusing, dan sakit perut tidak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah.

Berdasarkan pendataan hingga Senin (3/8) malam, jumlah warga yang mengalami gejala mencapai 85 orang. Dari jumlah tersebut, enam orang sempat menjalani observasi medis. Tiga di antaranya telah diperbolehkan pulang, sedangkan sebagian besar lainnya hanya memerlukan perawatan jalan.

Peristiwa itu diduga terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. Awalnya, laporan hanya berasal dari satu sekolah, namun kemudian bertambah setelah ditemukan kasus serupa di sekolah lain yang menerima menu MBG pada hari yang sama.

Sebagai langkah pencegahan, seluruh makanan yang belum sempat dibagikan langsung ditarik dari sekolah-sekolah begitu muncul laporan adanya dugaan keracunan.

Korban berasal dari beberapa satuan pendidikan di Kecamatan Sebulu, termasuk SDN 025 Sebulu Modern dan SDN 003 Sebulu. Selain itu, seorang warga yang mencicipi makanan di Posyandu sebelum disajikan kepada balita juga dilaporkan mengalami keluhan sakit perut.

Informasi awal yang beredar menyebut dugaan penyebab mengarah pada menu pentol beserta bumbunya. Namun, pemerintah setempat menegaskan penyebab pasti belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi dari Dinas Kesehatan.

Saat ini, tim dari Dinas Kesehatan telah melakukan penyelidikan dengan mengambil sampel makanan serta memeriksa dapur penyedia menu MBG. Pemerintah juga terus memantau kondisi seluruh korban untuk memastikan tidak ada penambahan kasus maupun gejala yang lebih serius.

Hingga kini, sebagian besar korban dilaporkan dalam kondisi stabil dan tetap mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur sambil menunggu hasil investigasi resmi terkait penyebab insiden tersebut.

Related Post

Tinggalkan komentar