MHU Resmikan Kantor Desa Persiapan Sungai Payang Ilir, Bupati Kukar Tekankan Kelestarian Lingkungan

redaksi

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – PT Multi Harapan Utama (MHU) memanfaatkan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 untuk memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan. Kegiatan yang digelar di Desa Sungai Payang Ilir, Kecamatan Loa Kulu, Kamis (4/6/2026), dirangkai dengan penanaman pohon bersama serta peresmian Kantor Desa Persiapan Sungai Payang Ilir.

Kantor desa tersebut dibangun melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) MHU bersama sejumlah mitra kerja. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang pelayanan publik sekaligus mempercepat proses pembangunan di desa persiapan tersebut.

Presiden Direktur PT MHU, Kemal Djamil Siregar, mengatakan bahwa perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kegiatan usaha dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, lingkungan merupakan aset yang harus dijaga agar tetap dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.

“Ketika kita berbicara tentang lingkungan, tentunya kita ingin apa yang ada hari ini bisa diwariskan kepada anak cucu kita nanti. Karena itu menjaga lingkungan harus tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Kemal menambahkan, kegiatan penanaman pohon yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kawasan tetap hijau dan lestari. Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah tambang.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kontribusi MHU dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menilai peresmian Kantor Desa Persiapan Sungai Payang Ilir menjadi langkah penting dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, kami menyambut baik, mengapresiasi, serta memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini,” kata Aulia.

Menurutnya, perusahaan yang beroperasi di Kutai Kartanegara memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, tidak hanya melalui sektor ekonomi tetapi juga lewat program sosial dan pembangunan fasilitas publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pada kesempatan itu, Aulia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas pertambangan dan pelestarian lingkungan. Ia berharap MHU dapat menjadi salah satu perusahaan yang mampu menjadi contoh dalam menerapkan praktik pertambangan yang berkelanjutan.

“Semoga MHU dapat menjadi salah satu badan usaha yang mempelopori kegiatan pertambangan dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama,” tegasnya.

Selain isu lingkungan, Aulia turut menyoroti kondisi sektor pertambangan yang tengah menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi pengurangan tenaga kerja. Ia mengungkapkan telah berdiskusi langsung dengan manajemen perusahaan terkait kondisi tersebut dan memperoleh kabar positif mengenai keberlangsungan karyawan di MHU.

“Saya tadi bertanya terkait RKAB dan kondisi karyawan. Alhamdulillah disampaikan bahwa Insya Allah tidak ada pengurangan karyawan di MHU. Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Meski demikian, Aulia menegaskan agar perusahaan menjadikan pemutusan hubungan kerja sebagai opsi terakhir apabila menghadapi tekanan bisnis. Pemerintah daerah, kata dia, berharap perusahaan tetap berupaya mempertahankan tenaga kerja yang ada demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di Kutai Kartanegara.

“Saya titip pesan agar pengurangan karyawan benar-benar menjadi opsi terakhir. Sebisa mungkin karyawan yang ada saat ini tetap dipertahankan,” tandasnya.

Related Post

Tinggalkan komentar