Fajarnews.co,Kutai Kartanegara, Sabtu (04/04/2026) – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara mulai memperkuat sistem pendataan sektor pertanian dengan pendekatan berbasis spasial. Langkah ini dilakukan untuk menghasilkan data yang lebih akurat dan mudah digunakan dalam perencanaan pembangunan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Kukar, Moh Rifani, menjelaskan bahwa selama ini data pertanian umumnya hanya disajikan dalam bentuk angka. Padahal, informasi lokasi menjadi hal penting dalam mendukung pengambilan kebijakan di lapangan.
“Sekarang kami ingin data tidak hanya berupa angka, tetapi juga bisa ditampilkan langsung dalam peta, sehingga lebih jelas dan presisi,” ujarnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Distanak Kukar menggelar bimbingan teknis pemetaan menggunakan aplikasi digital bagi para penyuluh pertanian lapangan. Pelatihan dilakukan secara bertahap di tiap kecamatan dan telah berjalan di sejumlah wilayah seperti Tenggarong, Marangkayu, Anggana, dan Loa Janan.
Melalui sistem ini, data seperti luas lahan pertanian tidak hanya tercatat secara kuantitatif, tetapi juga dapat dilihat secara visual lengkap dengan titik koordinatnya. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas perencanaan serta mempercepat proses pengambilan keputusan di sektor pertanian.



