Fajarnews.co,Kutai Kartanegara, Rabu (28/01/2026) – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekaligus Patung Proklamator Ir. Soekarno di Kecamatan Sangasanga. Peresmian tersebut menjadi penanda komitmen pemerintah daerah dalam menjaga nilai sejarah perjuangan sekaligus menghadirkan ruang publik edukatif dan kultural bagi masyarakat.
Peresmian dihadiri oleh perwakilan keluarga besar Bung Karno, Djarot Saiful Hidayat, yang hadir mewakili Megawati Soekarnoputri, serta sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Ananda Emira Moeis, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur sekaligus Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim.
Djarot Saiful Hidayat menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya kepada Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin beserta jajaran, atas inisiatif membangun dan meresmikan Patung Bung Karno yang terintegrasi dengan RTH.
“Mewakili keluarga besar Bung Karno dan Ibu Megawati Soekarnoputri, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang telah meresmikan Patung Bung Karno sekaligus mengaitkannya dengan Ruang Terbuka Hijau,” ujar Djarot.
Ia menilai Patung Bung Karno di Sangasanga memiliki kualitas artistik yang sangat baik dan dikerjakan oleh seniman ternama asal Bandung, Sunarya, yang juga dikenal sebagai pematung Patung Proklamator di Cengkareng.
“Saya sudah berkeliling ke banyak daerah, dan ini adalah salah satu patung Bung Karno yang sangat bagus. Dibuat oleh seniman yang sangat baik dan berpengalaman,” ungkapnya.
Menurut Djarot, keberadaan Patung Bung Karno tidak hanya menjadi monumen visual, tetapi juga sarana edukasi sejarah agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak melupakan perjuangan bangsa.
“Bung Karno adalah Proklamator, Presiden pertama Republik Indonesia, penggali Pancasila, dan tokoh pembebasan bangsa-bangsa Asia Afrika. Patung ini bisa menjadi media belajar sejarah bagi anak-anak muda,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar kawasan RTH dimanfaatkan sebagai ruang diskusi, pentas seni, dan kegiatan budaya yang membangun kepribadian bangsa sebagaimana cita-cita Bung Karno. Ke depan, kawasan ini direncanakan akan diisi dengan kegiatan rutin bertajuk Soekarno Night setiap malam Minggu.
“Di sini bisa dibuat diskusi sejarah, pentas seni, dan kegiatan budaya. Bahkan tadi disampaikan akan ada Soekarno Night setiap malam Minggu sebagai ruang ekspresi budaya,” katanya.
Selain itu, Djarot mengungkapkan rencana pengembangan museum dan perpustakaan yang akan diisi dengan buku-buku karya Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri, sebagai bagian dari destinasi wisata sejarah di Sangasanga.
Sementara itu, Ananda Emira Moeis menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara atas terwujudnya Patung Ir. Soekarno yang dinilainya memiliki makna strategis bagi generasi muda Kalimantan Timur.
“Patung Bung Karno ini diharapkan menjadi pengingat bagi anak-anak muda, khususnya di Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur, agar terus mengingat sejarah bangsa dan meneladani perjuangan beliau,” ujarnya.
Ananda juga menyebutkan bahwa Patung Ir. Soekarno di Sangasanga merupakan patung Bung Karno tertinggi di luar Pulau Jawa, sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kukar.
“Ini luar biasa, karena patung Ir. Soekarno di Sangasanga merupakan yang tertinggi di luar Pulau Jawa. Harapannya, kawasan RTH ini bisa memberi banyak manfaat bagi masyarakat dan generasi muda,” pungkasnya.
Dengan diresmikannya RTH dan Patung Ir. Soekarno, Kecamatan Sangasanga kian menguatkan identitasnya sebagai Kota Juang, sekaligus membuka peluang berkembangnya destinasi wisata sejarah dan budaya baru di Kabupaten Kutai Kartanegara.



