Kutai Kartanegara, Senin (12/01/2026) – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) masih menghadapi sejumlah tantangan dalam rencana pembukaan program studi baru yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Rektor Unikarta, Prof. Dr. Ir. Ince Raden, M.P., menyebutkan bahwa pemerintah daerah mendorong agar Unikarta menghadirkan program studi strategis yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan di Kutai Kartanegara.
“Program studi di Unikarta diharapkan bisa menjawab kebutuhan pemerintah daerah, terutama di bidang kedokteran, kesehatan, dan teknik informatika,” ujarnya.
Namun demikian, pembukaan program studi baru tidak dapat dilakukan secara cepat karena memerlukan kesiapan sumber daya manusia dan sarana prasarana yang memadai.
“Untuk membuka program studi baru, kita perlu sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dan ruang yang mencukupi untuk digunakan,” tambahnya.
Ia mencontohkan rencana pembukaan program studi kedokteran yang membutuhkan persiapan besar, baik dari sisi tenaga pengajar maupun fasilitas pendukung.
“Kalau kedokteran itu tidak mudah, karena harus membutuhkan kurang lebih 29 dokter spesialis. Ini tentu perlu perencanaan yang matang,” jelasnya.
Menurutnya, Unikarta telah menyiapkan roadmap jangka panjang agar pembukaan program studi baru dapat direalisasikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan dukungan yang ada.
“Yang terpenting sekarang adalah menyiapkan fondasinya, mulai dari SDM hingga infrastruktur, agar ke depan program studi tersebut bisa terwujud,” pungkasnya.



