Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Ketua KNPI Kutai Kartanegara (Kukar) Rian Tri Saputra menegaskan perlunya langkah konkret untuk memastikan program-program pemuda tetap berjalan di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang terbatas. Hal itu ia sampaikan dalam diskusi publik kepemudaan yang digelar KNPI.
Rian menyebut bahwa saat ini Kukar sedang menghadapi tantangan dari Dana Bagi Hasil (DBH) yang terbatas serta situasi defisit anggaran. Kondisi tersebut membuat banyak kegiatan kepemudaan berpotensi terhambat jika tidak ada solusi kolaboratif.
“Program pemuda harus tetap berjalan meski anggaran daerah sedang ketat,” ujarnya, Senin (1/12/2025).
Sebagai langkah strategis, KNPI mendorong keterlibatan pihak swasta melalui pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR). Menurutnya, CSR tidak perlu diberikan dalam bentuk uang. Yang lebih penting adalah menyelaraskan program kepemudaan dengan kebutuhan nyata masyarakat, sehingga kegiatan pemuda berdampak langsung.
“Kami tidak minta uang. Yang diinginkan adalah mengawinkan program kepemudaan dengan kebutuhan masyarakat. Pemuda jadi punya ruang untuk berperan, dan masyarakat merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa KNPI tidak bisa bergerak sendiri. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dan DPRD khususnya komisi yang membidangi kepemudaan dapat duduk bersama memikirkan fasilitasi program yang melibatkan anak muda. Menurutnya, pemuda sering disebut sebagai masa depan bangsa, namun tanpa perhatian yang memadai justru berpotensi menimbulkan masalah baru.
Rian juga meminta agar hasil diskusi publik ini tidak berhenti sebatas wacana. Ia mendorong agar setiap gagasan yang muncul bisa langsung dikonkretkan menjadi program nyata yang bisa dijalankan bersama



