PLN Jelaskan Penyebab Pemadaman Bergilir di Kalimantan, Gangguan Dipicu Suhu Panas Ekstrem

redaksi

Fajarnews.co, PT PLN (Persero) memastikan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dalam beberapa hari terakhir bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan energi primer. Gangguan muncul setelah salah satu unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) mengalami penurunan performa akibat cuaca panas ekstrem.

Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, menjelaskan tingginya suhu lingkungan memengaruhi kemampuan mesin pembangkit dalam menghasilkan daya. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas produksi listrik menurun sehingga diperlukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir.

Menurut Mukhlis, sistem kelistrikan di Kalimantan Barat sebenarnya masih memiliki cadangan daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, karena salah satu pembangkit mengalami gangguan, PLN menerapkan pengaturan sistem guna menjaga stabilitas jaringan dan mencegah gangguan yang lebih luas.

PLN menegaskan bahwa gangguan ini tidak berkaitan dengan ketersediaan batu bara maupun pasokan bahan bakar pembangkit. Saat ini seluruh tim teknis terus melakukan percepatan perbaikan agar kapasitas pembangkit dapat kembali normal dalam waktu secepatnya.

Sejak Jumat (3/7), pemadaman bergilir diberlakukan di sejumlah wilayah Kota Pontianak dengan pembagian jadwal dalam beberapa sesi. Setiap wilayah mengalami penghentian pasokan listrik selama sekitar lima jam sesuai pengaturan sistem yang telah disusun.

Kondisi serupa juga terjadi di Kota Singkawang. Manager PLN UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, mengatakan proses pemulihan telah berlangsung sejak Kamis (2/7), namun perbaikan pembangkit masih membutuhkan waktu sehingga pengaturan beban tetap dilakukan di sejumlah kawasan.

Selama masa pemulihan, PLN memprioritaskan penyaluran listrik ke fasilitas vital seperti rumah sakit, pusat layanan kesehatan, serta kantor pemerintahan agar pelayanan publik tetap berjalan tanpa gangguan berarti.

Beberapa wilayah di Kota Singkawang yang terdampak pemadaman antara lain kawasan Jalan Alianyang, Pelangi, Terminal Induk, Kuala, Jalan Yos Sudarso, hingga Jalan Ahmad Yani. Durasi pemadaman di sejumlah lokasi berkisar antara lima hingga tujuh jam.

PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan memastikan seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk mempercepat pemulihan sistem sehingga pasokan listrik di Kalimantan Barat dapat kembali normal.

Related Post

Tinggalkan komentar