Fajarnews.co,Peristiwa yang awalnya disebut bermula dari dugaan pencurian mangga itu kini berkembang menjadi penyelidikan dugaan tindak kekerasan massa. Polisi pun menegaskan masih mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Kanit Pidum Polres Bontang, IPDA Markus Sihotang, menyebut pihak kepolisian saat ini menangani dua laporan sekaligus, yakni dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dan dugaan pengeroyokan.
Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga datang bersama rekannya pada malam hari untuk mengambil mangga di halaman rumah warga. Saat dipergoki pemilik rumah, keduanya panik dan berusaha melarikan diri.
Korban yang berada di atas pohon disebut mencoba melompat, namun kehilangan pijakan hingga terjatuh ke area belakang rumah. Polisi menduga bagian belakang kepala korban menghantam fondasi beton di dekat parit.
Situasi sempat memanas setelah teriakan maling memancing warga berdatangan ke lokasi. Dalam kondisi gelap, korban baru ditemukan beberapa saat kemudian setelah terdengar suara rintihan dari sekitar tempat kejadian.
Meski dugaan sementara korban meninggal akibat terjatuh saat kabur, polisi tetap menelusuri kemungkinan adanya aksi kekerasan setelah kejadian itu. Beberapa saksi telah diperiksa dan aparat juga mengidentifikasi orang-orang yang muncul dalam video viral di media sosial.
Untuk memperjelas kronologi, polisi telah melakukan prarekonstruksi dan berencana menggelar rekonstruksi lanjutan dalam waktu dekat.
Kasus ini pun memicu sorotan luas publik, terutama terkait potensi aksi main hakim sendiri yang kembali terjadi di tengah masyarakat.



