Akses Diperketat Saat Demo, Wartawan Tertahan di Gerbang Kantor Gubernur Kaltim

redaksi

Fajarnews.co,Samarinda – Situasi di sekitar Kantor Gubernur Kalimantan Timur tampak berbeda dari biasanya pada Selasa (21/4). Di tengah aksi unjuk rasa yang berlangsung, pengamanan diperketat, termasuk pembatasan akses bagi awak media.

Dilansir dari Tribunnews.com. Pantauan di lokasi menunjukkan pintu masuk di Jalan Gunung Kinabalu dijaga ketat. Pagar yang telah ditinggikan hingga sekitar dua meter dan dilengkapi kawat berduri hanya dibuka sebagian, cukup untuk akses terbatas pejalan kaki.

Di balik pagar, ratusan personel keamanan terlihat bersiaga, sementara aktivitas di dalam kantor tetap berjalan dengan lalu lalang pegawai dan aparat. Suasana ini mencerminkan peningkatan kewaspadaan seiring aksi massa yang digelar di kawasan tersebut.

Namun, pembatasan tak hanya berlaku bagi masyarakat umum. Sejumlah jurnalis yang hendak meliput dari area kantor gubernur justru diminta berhenti di gerbang. Petugas keamanan menyebut larangan tersebut merupakan instruksi langsung dari atasan.

“Untuk hari ini media tidak bisa masuk, kami hanya menjalankan perintah,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Bahkan, beberapa awak media yang sempat masuk lebih awal dikabarkan telah diminta keluar dari area dalam.

Sementara itu, aksi yang digelar oleh Aliansi Rakyat Kaltim berlangsung di dua titik utama, yakni Kantor DPRD dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Massa membawa sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah daerah.

Pembatasan akses terhadap media ini pun memunculkan pertanyaan di kalangan jurnalis, terutama terkait keterbukaan informasi di tengah momentum penting seperti aksi demonstrasi besar.

Related Post

Tinggalkan komentar