Fajarnews.co, Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya meninggal dunia setelah ditembak kelompok bersenjata di wilayah Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).
Ketiga korban diketahui sedang menjalankan tugas terkait program pertanian dan peternakan. Rombongan sebelumnya memberikan bantuan ternak anak babi, mengecek lahan cetak sawah, serta memberikan penyuluhan peternakan.
Dalam perjalanan kembali menuju Wamena sekitar pukul 15.53 WIT, kendaraan yang membawa rombongan diduga dihentikan oleh kelompok bersenjata. Para korban kemudian diminta turun dan diarahkan ke bagian belakang kendaraan.
Tak lama berselang, terdengar tiga kali suara tembakan. Tiga pegawai Dinas Pertanian kemudian ditemukan mengalami luka tembak dan meninggal dunia.
Korban terdiri dari WM (24), yang mengalami luka tembak di bagian pinggang; AR (49), Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, yang terkena tembakan di bagian perut; serta AAM (35), yang mengalami luka tembak di bagian kepala belakang dan tangan kiri.
Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku
Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran. Dari olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan tiga selongsong peluru, masing-masing dua berkaliber 5,56 milimeter dan satu berkaliber 9 milimeter, serta jejak darah.
Berdasarkan keterangan saksi, kelompok penyerang diperkirakan berjumlah sekitar delapan orang. Mereka disebut membawa senjata api laras panjang.
Polisi juga mengidentifikasi dua orang berinisial PN dan KT yang diduga terlihat dalam rekaman video call setelah kejadian. Keduanya disebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan diduga merupakan anggota kelompok bersenjata Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya.
Ponsel Korban Digunakan untuk Video Call
Setelah penembakan, salah satu pelaku diduga mengambil telepon seluler milik korban WM. Ponsel tersebut kemudian digunakan untuk melakukan video call dengan keluarga korban.
Kepolisian membenarkan adanya komunikasi tersebut. Dalam rekaman yang beredar, pelaku disebut menggunakan bahasa Papua sehingga masih diperlukan penerjemahan untuk mendalami isi percakapan.
Polisi kemudian mencocokkan ciri-ciri dalam rekaman dengan data yang dimiliki dan menyatakan dua orang yang terlihat dalam video tersebut merupakan PN dan KT.
Diduga Terkait Kasus Kekerasan Sebelumnya
Polisi menyebut PN dan KT diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah kasus kekerasan bersenjata di Papua.
Keduanya diduga terkait insiden penembakan saat Festival Budaya Lembah Baliem di Jayawijaya pada 8 Agustus 2026 yang menyebabkan dua warga sipil terluka.
Mereka juga disebut memiliki dugaan keterlibatan dalam kasus penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, di Kabupaten Nduga pada 2023. Pilot tersebut akhirnya dibebaskan pada September 2024.
Personel Keamanan Diperkuat
Pasca kejadian, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memperkuat personel keamanan di wilayah Wamena dan Jayawijaya.
Penebalan pasukan dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat sekaligus mendukung pencarian terhadap PN, KT, dan pihak lain yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.
Polisi menyatakan pengejaran masih berlangsung dan penyelidikan terus dikembangkan berdasarkan informasi dari saksi maupun barang bukti yang ditemukan di lokasi.



