Fajarnews.co, TNI Angkatan Udara (TNI AU) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dengan mengerahkan pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) dan pemadaman melalui metode water bombing.
Komandan Pangkalan TNI AU Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita mengatakan dukungan udara dilakukan untuk membantu mengendalikan titik api yang tersebar di sejumlah wilayah Kalsel.
“Pesawat untuk modifikasi cuaca serta dukungan operasi penerbangan untuk pemadaman titik api dari udara menggunakan metode water bombing,” kata Hilman dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8/2026).
Operasi penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD, serta sejumlah instansi terkait. Tim di lapangan diarahkan untuk bergerak cepat dan memastikan api tidak semakin meluas.
Hilman menegaskan keselamatan masyarakat menjadi salah satu prioritas dalam operasi tersebut.
“Kami akan terus mendukung pemerintah dan seluruh unsur terkait dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Keselamatan masyarakat dan pencegahan meluasnya kebakaran menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.
Ancaman karhutla di Kalsel masih tinggi. BMKG mencatat 696 titik panas pada pembaruan data Minggu (23/8).
Dari jumlah tersebut, 45 titik masuk kategori rendah, 622 titik kategori sedang, dan 29 titik berada pada kategori tinggi.
Analisis Fire Weather Index (FWI) BMKG juga menunjukkan sebagian besar wilayah Kalsel berada pada indikator tinggi. Kondisi tersebut menandakan tingginya potensi intensitas api dan risiko kebakaran.
Sejumlah wilayah tercatat memiliki hotspot cukup tinggi. Kabupaten Banjar menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 127 titik.
Selanjutnya Hulu Sungai Selatan mencatat 115 titik, Tapin 104 titik, Hulu Sungai Utara 65 titik, Tanah Laut 58 titik, Hulu Sungai Tengah 48 titik, dan Kotabaru 46 titik.
Kondisi tersebut membuat operasi pemadaman dari udara menjadi salah satu bagian penting dalam pengendalian karhutla, terutama pada wilayah yang sulit dijangkau tim darat.
TNI AU juga melakukan penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Pesawat dan helikopter dikerahkan untuk memadamkan sejumlah titik api yang terdeteksi di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan titik api di wilayah tersebut diketahui setelah dilakukan patroli udara.
“Titik-titik api tersebut selanjutnya ditindaklanjuti secara bertahap melalui upaya pemadaman,” kata Nyoman.
Operasi di Sumatera Selatan melibatkan BNPB, BPBD, BMKG, Forkopimda, serta instansi terkait lainnya.
Helikopter TNI AU masih disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Dukungan udara akan terus dilakukan hingga penanganan karhutla dinyatakan selesai.



