Fajarnews.co, Samarinda – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda terus mendapat pendampingan intensif dari Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan kader lapangan guna memastikan bantuan pangan benar-benar memberikan dampak terhadap perbaikan gizi balita.
Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Madya Kota Samarinda, Banne Buntu, mengatakan pengawasan dilakukan secara rutin terutama terhadap balita yang masuk kategori berisiko stunting. Langkah ini dilakukan agar asupan gizi yang diberikan melalui program pemerintah dapat dikonsumsi sesuai kebutuhan anak.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada distribusi makanan, tetapi juga pada edukasi kepada orang tua terkait pola asuh dan pemenuhan nutrisi keluarga.
Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) turut dilibatkan untuk memantau langsung penerima manfaat di lapangan. Mereka memastikan paket makanan bergizi sampai kepada sasaran dan dikonsumsi oleh anak yang membutuhkan.
Selain melakukan pengawasan, para kader juga memberikan pemahaman kepada keluarga agar tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah. Masyarakat didorong memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh sebagai sumber nutrisi keluarga.
Banne menegaskan peran kader menjadi faktor penting dalam mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting. Kehadiran mereka di tengah masyarakat membantu memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.
Sementara itu, kader IMP Kelurahan Dadi Mulya, Indanah, mengungkapkan pendekatan langsung kepada keluarga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Komunikasi yang baik dinilai mampu meningkatkan kesadaran orang tua untuk lebih memperhatikan kebutuhan gizi anak.
Tim kader juga melakukan pencatatan perkembangan berat badan dan tinggi badan balita secara berkala. Hasil pemantauan tersebut kemudian disampaikan kepada puskesmas sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut kesehatan anak.
Menurut Indanah, antusiasme masyarakat terhadap program MBG terus meningkat sejak mulai berjalan pada Desember 2025. Di Kelurahan Dadi Mulya sendiri, program tersebut telah menjangkau ratusan penerima manfaat dan dinilai membantu memperbaiki pola konsumsi serta pemenuhan protein bagi anak-anak.
Upaya kolaboratif antara penyuluh, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda di Samarinda.



