Kolam Eks Tambang di Kukar Disulap Jadi Destinasi Ekowisata Unggulan

redaksi

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Lahan bekas tambang batu bara yang sempat terbengkalai selama hampir tiga dekade di Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, kini bertransformasi menjadi kawasan wisata air yang ramai dikunjungi. Destinasi tersebut dikenal dengan nama Taman Gubang.

Kawasan ini dulunya merupakan lubang galian tambang yang tidak lagi aktif, namun kini dimanfaatkan kembali menjadi objek wisata berbasis ekowisata yang dikelola masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, menyebut perubahan fungsi lahan tersebut menjadi contoh nyata pemulihan lingkungan sekaligus penguatan ekonomi warga sekitar.

“Ini bukan hanya soal wisata, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengubah lahan kritis menjadi sumber penghidupan baru,” ujar Ririn di Samarinda, Kamis (28/5).

Pengelolaan Taman Gubang dilakukan dengan melibatkan warga secara langsung melalui sistem gotong royong. Tanpa bergantung pada investasi besar, masyarakat setempat mengembangkan fasilitas wisata secara bertahap.

Seiring waktu, kawasan ini berkembang menjadi destinasi favorit lokal dan sempat meraih penghargaan sebagai salah satu tempat wisata unggulan di Kutai Kartanegara pada 2023.

Wisatawan yang datang dapat menikmati suasana danau bekas tambang dengan air yang relatif jernih, gazebo di tepi perairan, serta perjalanan menggunakan perahu tradisional yang dioperasikan warga.

Pengelola Taman Gubang, Ahmadi, mengatakan pengembangan kawasan ini tidak hanya berdampak pada sektor wisata, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah, termasuk melalui penerimaan pajak dari aktivitas wisata.

Sementara itu, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur menilai pemanfaatan lubang bekas tambang menjadi kawasan wisata dapat menjadi salah satu model reklamasi lahan yang produktif, selama memenuhi standar keselamatan.

Pihak ESDM memastikan kawasan tersebut aman untuk aktivitas wisata karena kedalaman air yang terkendali serta tidak adanya potensi gangguan satwa liar berbahaya di sekitar lokasi.

Transformasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana lahan eks tambang dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat jika dikelola secara berkelanjutan.

Related Post

Tinggalkan komentar