Fajarnews.co,Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Kersik terus menata kawasan wisatanya agar semakin berkembang dan mampu menarik lebih banyak pengunjung. Kepala Desa Kersik, Jumadi, menyebut pihaknya telah menyiapkan master plan pengembangan wisata yang mencakup peningkatan fasilitas hingga penguatan sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, rancangan tersebut sebelumnya juga telah disampaikan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Dalam konsep pengembangan itu, desa menargetkan pembenahan sarana wisata secara bertahap, mulai dari akses jalan, toilet, ruang pertemuan, hingga peningkatan fasilitas penunjang lainnya.
“Masih banyak yang harus dibenahi agar kawasan wisata ini semakin nyaman bagi pengunjung. Semua kebutuhan pengembangan sudah kami susun dalam master plan,” ujar Jumadi.
Selain pembangunan fisik, Pemdes Kersik juga menaruh perhatian pada pengembangan masyarakat melalui pelatihan keterampilan. Tahun ini, desa berencana menggelar pelatihan jurnalistik dan barista bagi generasi muda serta pelaku UMKM.
Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat mampu menciptakan produk dan layanan yang lebih menarik bagi wisatawan. Pasalnya, hingga kini desa masih belum memiliki souvenir khas maupun atraksi wisata unggulan yang benar-benar menjadi identitas daerah.
Jumadi mengatakan kawasan wisata di desa tersebut sebenarnya sudah mulai dikenal sejak awal tahun 2000-an. Namun saat itu aktivitas wisata hanya ramai pada momentum tertentu atau hari besar saja.
Perubahan mulai terasa setelah sejumlah infrastruktur dibenahi, seperti penerangan jalan, akses menuju lokasi wisata, serta mulai tumbuhnya pelaku UMKM yang beroperasi pada malam hari.
“Sekarang suasananya sudah berbeda. Malam Sabtu dan Minggu mulai ramai, pengunjung juga datang sampai malam,” katanya.
Untuk mendukung kebutuhan pengunjung, pemerintah desa juga telah menyediakan fasilitas WiFi gratis di dua titik kawasan wisata, yakni di area tempat duduk pengunjung dan sekitar Pokmaswas. Tahun ini, fasilitas internet tersebut direncanakan kembali ditambah.
Program WiFi gratis itu disebut cukup diminati kalangan anak muda. Jumadi berharap akses internet tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif, seperti belajar dan pengembangan diri.
Di sisi lain, meningkatnya kunjungan wisatawan dari luar daerah seperti Samarinda, Bontang, hingga Tenggarong turut mendorong desa untuk meningkatkan kualitas UMKM, khususnya usaha kopi dan minuman.
Menurut Jumadi, tren anak muda yang gemar berkumpul di coffee shop menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan masyarakat desa.
“Kami ingin pengunjung tetap merasa nyaman seperti di kota, tetapi mereka juga mendapatkan suasana alam yang tidak bisa ditemukan di perkotaan,” ucapnya.
Pengembangan kawasan wisata juga dilakukan di area Taman Cemara. Kini lokasi tersebut sudah dilengkapi fasilitas camping sehingga wisatawan dapat menikmati suasana malam lebih lama tanpa harus langsung pulang.
Selain area berkemah, desa juga mulai mengembangkan sejumlah homestay untuk mendukung kebutuhan wisatawan yang ingin menginap dan menikmati panorama alam Desa Kersik.



