Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan di TPQ Kembang Janggut, Korban Diduga Lebih dari Sat

redaksi

Fajarnews.co,Kutai Kartanegara, Kamis (07/05/2026) – Kasus dugaan pelecehan yang melibatkan seorang guru mengaji di salah satu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, kini tengah ditangani pihak kepolisian.

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedy Supriyanto, membenarkan laporan tersebut dan menyebut proses penyelidikan sedang berjalan. Sejauh ini, korban yang resmi melapor baru satu orang.

“Perkaranya memang sudah ditangani Polsek Kembang Janggut. Untuk sementara yang melapor baru satu orang korban,” ujarnya.

Ia menjelaskan, korban juga telah menjalani visum untuk kepentingan penyelidikan. Hasil pemeriksaan medis tersebut rencananya akan diambil dalam waktu dekat.

Meski baru satu laporan yang masuk, polisi masih mendalami informasi mengenai jumlah korban lainnya. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, disebutkan ada sekitar 11 korban dalam kasus tersebut.

“Kalau menurut informasi di media sosial ada sekitar 11 korban. Tapi untuk pastinya, anggota masih melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan,” katanya.

Pihak kepolisian juga telah turun langsung ke salah satu Desa di Kecamatan Kembang Janggut untuk melakukan pendataan dan memastikan jumlah korban yang sebenarnya.

“Anggota saya langsung mendatangi lokasi untuk mengonfirmasi apakah jumlah korban sesuai dengan informasi yang beredar atau tidak. Saat ini masih tahap permintaan keterangan,” lanjutnya.

Dedy mengungkapkan, dugaan peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Desember 2025. Namun, laporan resmi baru diterima polisi pada 22 April 2026 dan langsung ditindaklanjuti.

“Perkaranya dari bulan Desember 2025, baru dilaporkan kemarin tanggal 22 April, dan langsung kami tindak lanjuti,” ungkapnya.

Terkait identitas terduga pelaku, polisi menyebut yang bersangkutan merupakan guru ngaji di TPQ tersebut. Sementara selama proses penanganan berlangsung, aktivitas mengaji di lokasi itu dihentikan sementara.

“Selama ini anak-anak memang mengaji di situ, namun sementara kegiatan dihentikan dulu,” tutupnya.

Related Post

Tinggalkan komentar