Fajarnews.co, Kutai Kartanegara, Jumat (10/04/2026) – Dukungan terhadap sektor pertanian kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui kegiatan panen padi gogo di Kecamatan Muara Jawa. Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, hadir bersama Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyapa langsung para petani di lokasi panen.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan halal bihalal di Pendopo Gapoktan Maju Sejahtera, Kelurahan Muara Jawa Ulu. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap para petani.
Panen berlangsung di hamparan sawah yang telah menguning, menandakan masa panen tiba. Meski sempat diwarnai cuaca mendung, kondisi berangsur cerah sehingga kegiatan berjalan lancar. Para petani pun tampak antusias mengikuti panen bersama pimpinan daerah.
Rendi Solihin dan Basuki Hadimuljono turut turun ke sawah dan memanen padi secara manual menggunakan arit. Keterlibatan langsung ini mencerminkan kedekatan pemerintah dengan masyarakat tani.
Dalam sambutannya, Rendi menegaskan pentingnya peningkatan kualitas lahan pertanian, khususnya dalam mengatasi tingkat keasaman tanah.
“Kebutuhan kapur ini penting untuk memperbaiki kualitas tanah kita, selain tentunya pupuk yang juga harus terus tersedia bagi petani,” ujarnya
Ia juga menyoroti peran strategis Kukar dalam penyediaan pangan di Kalimantan Timur.
“Sebanyak 54 persen kebutuhan beras di Kalimantan Timur berasal dari Kukar. Ini menunjukkan bahwa Kukar memang layak menjadi lumbung pangan daerah di Kaltim,” jelasnya
Lebih lanjut, Rendi menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendorong modernisasi pertanian guna meningkatkan produktivitas.
“Dalam beberapa tahun terakhir kami fokus pada modernisasi pertanian di Kutai Kartanegara, termasuk bantuan alat dan mesin pertanian yang cukup canggih hingga penggunaan drone sprayer yang kini sudah dimanfaatkan petani,” tambahnya.
Suasana panen berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, dengan latar pedesaan yang masih mempertahankan cara bertani tradisional. Kehadiran pimpinan daerah di tengah petani pun menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan petani semakin kuat, sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian demi kesejahteraan masyarakat di Kutai Kartanegara.



