Fajarnews.co,Jakarta – Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk meredam dampak gejolak global dengan meluncurkan sejumlah kebijakan efisiensi. Mulai dari penerapan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), pengurangan perjalanan dinas, hingga pengendalian konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut kebijakan WFH setiap Jumat berpotensi menghemat anggaran negara dalam jumlah besar. Menurutnya, penghematan dari sisi APBN bisa mencapai Rp6,2 triliun, terutama dari berkurangnya kompensasi BBM.
“Ini langkah konkret yang langsung berdampak pada pengeluaran negara,” ujarnya dalam konferensi pers di Seoul, Korea Selatan.
Tak hanya itu, penghematan dari sisi konsumsi BBM masyarakat diperkirakan bisa menembus Rp59 triliun jika kebijakan berjalan optimal.
WFH ASN Berlaku Nasional, Tapi Tidak untuk Semua
Kebijakan WFH akan diberlakukan satu hari dalam seminggu, tepatnya setiap Jumat, bagi ASN di pusat maupun daerah. Namun, tidak semua jabatan dapat mengikuti skema ini.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menjelaskan sejumlah posisi strategis tetap harus bekerja dari kantor. Di tingkat provinsi, ada 11 jabatan yang dikecualikan, sementara di kabupaten/kota terdapat 12 jabatan, termasuk camat serta lurah atau kepala desa.
Untuk sektor swasta, aturan WFH masih akan disesuaikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing industri.
Perjalanan Dinas Dipangkas Drastis
Selain WFH, pemerintah juga memangkas anggaran perjalanan dinas secara signifikan. Perjalanan dalam negeri dikurangi hingga 50 persen, sementara perjalanan luar negeri ditekan hingga 70 persen.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi refocusing anggaran kementerian dan lembaga. Dana dari pos yang dianggap kurang prioritas akan dialihkan ke program yang lebih produktif dan berdampak langsung ke masyarakat.
Total anggaran yang berpotensi dialihkan diperkirakan mencapai Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun.
Sekolah Tetap Tatap Muka
Berbeda dengan sektor pemerintahan, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal. Pemerintah memastikan tidak ada penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Siswa dari jenjang dasar hingga menengah tetap mengikuti pembelajaran tatap muka lima hari dalam seminggu. Kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga juga tetap berlangsung tanpa pembatasan.
Harga BBM Stabil, Tapi Ada Pembatasan
Di sektor energi, pemerintah memastikan harga BBM tidak mengalami kenaikan per 1 April. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan harga Pertalite dan Pertamax tetap stabil meski harga minyak dunia bergejolak akibat konflik global.
Stok BBM nasional juga dipastikan aman, sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan.
Namun demikian, pemerintah mulai memberlakukan pembatasan pembelian BBM subsidi. Setiap kendaraan dibatasi maksimal 50 liter per hari melalui sistem barcode MyPertamina.
Kebijakan ini tidak berlaku untuk kendaraan umum, baik angkutan penumpang maupun logistik.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan BBM. Menurutnya, pengisian 50 liter per hari sudah cukup untuk kebutuhan kendaraan pribadi.
“Di tengah tekanan harga minyak global, dukungan masyarakat sangat penting agar konsumsi tetap terkendali,” ujarnya.
Kalau mau, saya bisa buat versi yang lebih singkat, gaya viral (headline clickbait), atau format seperti berita TV/script presenter.



