Denpasar Terendam, Ratusan Warga Dievakuasi akibat Hujan Lebat dan Angin Kencang

redaksi

Fajarnews.co,Denpasar – Hujan dengan intensitas sangat lebat disertai angin kencang memicu banjir dan sejumlah bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah Bali, Selasa (24/2). Ratusan warga terpaksa dievakuasi sementara akibat genangan dan luapan sungai.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat hingga pukul 15.30 WITA terdapat 76 titik kejadian yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Rinciannya meliputi 42 titik banjir, lima tanah longsor, satu tanggul jebol, satu angin puting beliung, 23 pohon tumbang, serta empat senderan jebol.

Sebaran banjir paling banyak terjadi di Denpasar dengan 36 titik. Selain itu, genangan juga dilaporkan di Kabupaten Badung (12 titik), Karangasem (12), Gianyar (5), Tabanan (5), Buleleng (4), Klungkung (1), dan Jembrana (1).

Kalaksa BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menyatakan sebagian besar lokasi terdampak telah mendapat penanganan awal sesuai kebutuhan di lapangan. “Beberapa titik masih dalam proses penanganan dan pemantauan berkala. Ada juga lokasi yang tidak memerlukan intervensi lanjutan setelah asesmen cepat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

BPBD bersama tim gabungan dari TNI, Polri, serta relawan melakukan evakuasi di sejumlah kawasan terdampak. Hingga sore hari, sebanyak 350 warga tercatat mengungsi sementara. Pendataan kerusakan bangunan masih berlangsung, namun tidak ada laporan korban jiwa.

Kenaikan debit air terpantau di Tukad Badung, khususnya di kawasan Pasar Badung. Tinggi muka air sempat meningkat hingga 120 sentimeter di atas normal pada pagi hari, memicu bunyi sirene peringatan dengan status siaga. Fluktuasi debit dipengaruhi curah hujan tinggi yang masih terjadi di wilayah hulu.

Petugas memastikan pintu air hilir dalam kondisi terbuka dan terus memantau perkembangan melalui sistem pengawasan serta personel di lapangan. Menurut BPBD, hujan kategori sangat lebat selama dua hari berturut-turut menjadi faktor utama meningkatnya genangan, terutama di kawasan padat aktivitas masyarakat.

Otoritas setempat mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

Related Post

Tinggalkan komentar