Fajarnews.co,Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran dalam pemanfaatan hutan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh Kepala Sekretariat Presiden (KSP) Pras sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan mitigasi bencana.
Menurut Pras, dari 28 perusahaan yang dicabut izinnya, 22 merupakan Perusahaan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), baik hutan alam maupun hutan tanaman, dengan luas mencapai 1.010.592 hektare. Sementara 6 perusahaan lainnya bergerak di sektor tambang, perkebunan, dan pemanfaatan hasil hutan kayu (PBPHHK).
Rinciannya berdasarkan provinsi:
Aceh (5 perusahaan)
- PBPH: PT. Aceh Nusa Indrapuri, PT. Rimba Timur Sentosa, PT. Rimba Wawasan Permai
- Non-kehutanan: PT. Ika Bina Agro Wisesa, CV. Rimba Jaya
Sumatera Barat (8 perusahaan)
- PBPH: PT. Minas Pagai Lumber, PT. Biomass Andalan Energi, PT. Bukit Raya Mudisa, PT. Dhara Silva Lestari, PT. Sukses Jaya Wood, PT. Salaki Summa Sejahtera
- Non-kehutanan: PT. Perkebunan Pelalu Raya, PT. Inang Sari
Sumatera Utara (15 perusahaan)
- PBPH: PT. Anugerah Rimba Makmur, PT. Barumun Raya Padang Langkat, PT. Gunung Raya Utama Timber, PT. Hutan Barumun Perkasa, PT. Multi Sibolga Timber, PT. Panei Lika Sejahtera, PT. Putra Lika Perkasa, PT. Sinar Belantara Indah, PT. Sumatera Riang Lestari, PT. Sumatera Sylva Lestari, PT. Tanaman Industri Lestari Simalungun, PT. Teluk Nauli, PT. Toba Pulp Lestari Tbk.
- Non-kehutanan: PT. Agincourt Resources, PT. North Sumatra Hydro Energy
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas perusahaan yang merusak lingkungan dan memicu bencana, sekaligus memberikan peringatan bagi perusahaan lain agar mematuhi aturan kehutanan dan perizinan.
Presiden Prabowo menekankan bahwa perlindungan hutan dan lingkungan adalah kunci untuk mencegah bencana yang lebih besar di masa depan, terutama banjir dan longsor yang sering terjadi di wilayah Sumatera.



