Kutai Kartanegara – Festival Pramuka 1.0 yang digelar di Kecamatan Muara Jawa menjadi momentum penting dalam pembinaan generasi muda sekaligus penguatan kegiatan kepramukaan di tingkat ranting. Kegiatan ini untuk pertama kalinya dikemas dalam bentuk festival dengan menggabungkan sejumlah agenda kepramukaan yang sebelumnya dilaksanakan secara terpisah.
Festival Pramuka 1.0 berlangsung selama sepekan, mulai 22 hingga 29 Desember. Rangkaian kegiatan diisi dengan Pesta Siaga, Lomba Tingkat, Remuna Ranting, hingga Jambore Ranting yang diikuti oleh peserta pramuka di wilayah Muara Jawa.
Ketua Panitia Pelaksana Festival Pramuka 1.0, Yudha Navarin, menjelaskan bahwa konsep festival dipilih untuk mengefektifkan waktu pelaksanaan kegiatan pramuka yang selama ini memakan waktu cukup panjang jika dilaksanakan secara terpisah.
“Awalnya kegiatan ini berjalan sendiri-sendiri dan bisa memakan waktu sampai lebih dari seminggu. Dari situ kami sepakat menggabungkannya menjadi satu kegiatan bernama Festival Pramuka 1.0, namun isinya tetap kegiatan kepramukaan,” ujarnya, Senin (29/12/2025).
Menurut Yudha, festival ini memiliki peran strategis sebagai tahapan pembinaan berjenjang bagi peserta didik. Melalui Lomba Tingkat, peserta dengan nilai terbaik akan dipersiapkan untuk mewakili Muara Jawa ke jenjang lomba yang lebih tinggi.
“Peserta terbaik dari Lomba Tingkat II nantinya akan mewakili Muara Jawa di Lomba Tingkat III Kwartir Cabang Kutai Kartanegara dan berpeluang melaju hingga tingkat nasional,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa Lomba Tingkat menjadi kegiatan unggulan dalam Festival Pramuka 1.0 karena memiliki nilai prestisius, meskipun seluruh kegiatan lain seperti Pesta Siaga dan Remuna juga dinilai penting dalam pembinaan peserta.
Selain pembinaan karakter dan prestasi, Festival Pramuka 1.0 juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM yang ikut meramaikan kegiatan selama sepekan pelaksanaan festival.
Festival Pramuka 1.0 Muara Jawa ditutup pada Senin malam (29/12) dengan puncak acara berupa pembagian penghargaan kepada para pemenang lomba, yang dilanjutkan dengan penyalaan api unggun sebagai simbol kebersamaan dan semangat kepramukaan.



