Fajarnews.co, Banda Aceh – Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, menyampaikan permohonan maafnya melalui sebuah video yang diterima media pada Senin. Dalam rekaman itu, ia menyesalkan keberangkatannya ke Tanah Suci di saat daerah sedang menghadapi banjir. Ia menyebut bahwa situasi tersebut telah memicu kegaduhan publik. Karena itu, Mirwan merasa perlu untuk menjelaskan posisinya secara langsung.
Dalam pernyataan itu, Mirwan mengungkapkan bahwa dirinya menyampaikan maaf sedalam-dalamnya. Ia menilai keputusan pergi umrah pada momen tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi banyak pihak. “Selaku Bupati Aceh Selatan, saya dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan, keresahan, dan kekecewaan banyak pihak,” ujarnya.
Nama-nama pejabat negara turut ia sebut sebagai pihak yang ia mintai maaf. Mirwan menyampaikan permohonan maafnya kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Menurutnya, situasi yang terjadi telah memberikan dampak luas terhadap persepsi publik. Ia menilai langkah klarifikasi menjadi penting agar suasana mereda.
Video itu juga ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Aceh dan Aceh Selatan. Mirwan menegaskan bahwa ia memahami keresahan publik terhadap kepergiannya. “Kami menyadari bahwa kepergian kami di tengah musibah menyita perhatian publik dan mengganggu stabilitas nasional,” katanya. Ia berharap permintaan maafnya dapat diterima secara terbuka.
Di sisi lain, Mirwan mengaku telah melakukan evaluasi internal. Ia menyebut kejadian tersebut memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya kehadiran seorang pemimpin saat krisis. Ia menyatakan bahwa komitmennya terhadap pelayanan publik akan terus diperbaiki. Hal itu ia sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Komitmen pemulihan pascabencana juga ia tegaskan dalam video tersebut. Mirwan mengatakan dirinya siap memastikan pemulihan Aceh Selatan berjalan optimal setelah banjir. Ia menyatakan akan “tetap bekerja keras untuk memulihkan kepercayaan publik.” Pesan itu diulangnya sebagai bentuk keseriusan menjalankan tugasnya.
Dalam kesempatan itu, Mirwan juga menguraikan langkah jangka panjang untuk mencegah kesalahan serupa. Ia menilai tata kelola komunikasi pemerintah daerah perlu diperbaiki agar tidak memicu kesalahpahaman publik. Menurutnya, keterbukaan dan kesiapsiagaan akan menjadi fokus utama. Hal tersebut ia anggap penting untuk memastikan kepercayaan warga tetap terjaga.
Sebagai penutup, Mirwan meminta semua pihak memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki diri. Ia menyatakan akan menjalankan tanggung jawabnya sepenuhnya setelah kembali dari umrah. Komitmennya, kata Mirwan, ialah memastikan peristiwa ini tidak terulang. Ia menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritasnya.



