Erau Layak Masuk Agenda Nasional, Kukar Siap Libatkan Semua Warga

redaksi

Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, menegaskan bahwa Festival Adat Erau sudah layak menyandang status event nasional. Menurutnya, meskipun belum tercatat dalam kalender resmi Kementerian Pariwisata, eksistensi Erau diakui masyarakat luas sebagai pesta adat terbesar di Kalimantan Timur, Rabu (24/09/2025).

“Erau memang sudah menjadi event nasional kalau bagi kami. Walaupun tidak masuk kalender nasional, tapi kami anggap Erau sudah menjadi event nasional,” ujar Rendi Solihin.

Rendi menjelaskan, Erau memiliki nilai historis dan kultural yang kuat, sehingga seharusnya sudah tidak perlu lagi menunggu pengakuan formal untuk masuk agenda nasional.

“Ibu Menteri seharusnya langsung memasukkan, tidak perlu lagi menunggu usulan. Karena Erau ini menjadi tolak ukur festival adat, tidak hanya di Kalimantan Timur, tapi juga di Indonesia,” tegasnya.

Ia memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berkomitmen menjaga eksistensi Erau. Setiap tahun, festival adat ini akan dibenahi agar lebih baik dan lebih meriah. Tahun depan, Rendi menyebut akan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam penyelenggaraannya.

“Kami ingin seluruh sekolah, RT, kelurahan, hingga desa di Kutai Kartanegara ikut berpartisipasi. Karena ini bukan pestanya elit, ini pesta rakyat. Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Rendi juga menyoroti pentingnya menjaga esensi tradisi khas Erau, seperti Beseprah, yang merupakan makan bersama di dengan menu tradisional. Ia menekankan, nilai kebersamaan dan kesetaraan harus tetap dijaga dalam pelaksanaan tradisi tersebut.

“Besok saat Beseprah, saya tidak ingin OPD hanya bawa makanan lalu makan sendiri. Kita ingin kembali ke budaya aslinya: duduk bersama tanpa membedakan golongan atau ras. Bahkan raja dan rakyat pun sama,” jelasnya.

Rendi menambahkan, momen Beseprah harus menjadi simbol persatuan dan kebersamaan.

“Jangan hanya OPD makan bersama bupati, karena itu bisa dilakukan kapan saja. Yang penting, saat Beseprah, semua masyarakat bisa duduk bersama dan menikmati hidangan tanpa sekat,” tegasnya.

Dengan semangat itu, Rendi optimistis Erau akan terus menjadi ikon budaya kebanggaan Kutai Kartanegara, sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Timur dalam peta pariwisata budaya nasional. (zln)

Related Post

Tinggalkan komentar