Fajarnews.co, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin (21/9/2026), setelah hasil evaluasi menunjukkan perbaikan kualitas udara yang sebelumnya terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebijakan ini mengakhiri pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan selama tiga hari, yakni 17–19 September 2026. Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di angka 28 atau dalam kategori baik.
Keputusan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi evaluasi PJJ akibat dampak karhutla di Kota Samarinda.
Sekolah Diminta Tetap Waspada
Meski kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan secara langsung, Pemkot Samarinda meminta satuan pendidikan tetap menerapkan langkah perlindungan bagi para siswa.
Sekolah diarahkan untuk:
- Mendorong penggunaan masker sesuai kondisi udara.
- Mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila diperlukan.
- Memantau perkembangan kualitas udara secara mandiri.
- Mengambil tindakan cepat jika kondisi udara kembali memburuk.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda juga akan menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Pengawasan terhadap lingkungan sekolah akan diperkuat selama tiga hari ke depan untuk memastikan kondisi tetap aman.
Ratusan Karhutla Masih Tercatat di Samarinda
Perbaikan kualitas udara belum menghilangkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla. Pemkot Samarinda masih memperpanjang status tanggap darurat tahap ketiga sebagai bagian dari upaya mengantisipasi perkembangan kebakaran.
Berdasarkan laporan BPBD Kota Samarinda hingga 20 September 2026, tercatat 198 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 428 hektare.
Kecamatan Palaran menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 63 kasus, disusul Sambutan sebanyak 55 kasus dan Samarinda Utara sebanyak 35 kasus.
Di tingkat kelurahan, Pulau Atas mencatat 24 kejadian, sedangkan Bantuas sebanyak 23 kejadian.
Asap Mulai Bergeser, ISPA Belum Melonjak Signifikan
Kepala Stasiun Meteorologi APT Pranoto, Riza Arian Noor, menjelaskan bahwa pergerakan asap yang sebelumnya meluas mulai bergeser mengikuti arah angin. Kondisi tersebut membuat paparan asap di Samarinda berangsur menurun dibandingkan 17 September lalu.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Samarinda yang memantau kondisi melalui 26 puskesmas melaporkan kualitas udara secara umum berada dalam kategori baik. Grafik kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Meski demikian, kabut asap tipis masih dilaporkan terlihat pada pagi hari di sejumlah wilayah yang berdekatan dengan lokasi kebakaran.
Kualitas udara membaik, sekolah kembali dibuka. Namun, kewaspadaan terhadap karhutla dan kesehatan siswa tetap harus dijaga.



