Erupsi Gunung Dukono Picu Operasi SAR Besar, Tiga Pendaki Belum Ditemukan

redaksi

Fajarnews.co,HALMAHERA UTARA — Aktivitas erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran terhadap para pendaki yang berada di kawasan gunung, Jumat (8/5/2026). Dari total 20 pendaki yang terdata berada di lokasi, sebagian besar berhasil dievakuasi, sementara tiga orang lainnya masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Peristiwa ini bermula setelah Basarnas menerima sinyal darurat (SOS) dari perangkat Garmin yang terdeteksi di area lereng Gunung Dukono. Informasi tersebut kemudian diperkuat laporan dari Kepala Desa Mamuya yang menyebut sejumlah pendaki mengalami kesulitan dan terdampak langsung oleh aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Menindaklanjuti laporan darurat itu, Kantor SAR Ternate langsung mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Tobelo menuju kawasan Gunung Dukono sekitar pukul 09.56 WIT. Tim bergerak bersama unsur gabungan menuju pos pengamatan sebelum melanjutkan operasi pencarian ke jalur pendakian.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi gunung yang masih aktif dan berpotensi membahayakan tim di lapangan.

“Fokus utama kami adalah menyelamatkan seluruh pendaki dengan tetap memperhatikan keselamatan personel karena aktivitas vulkanik masih cukup tinggi,” ujarnya.

Tim SAR Gabungan kemudian melakukan koordinasi bersama Polres Halmahera Utara dan BPBD setempat untuk menentukan jalur aman serta memantau perkembangan erupsi selama proses pencarian berlangsung.

Hingga Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIT, sebanyak 17 pendaki berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka terdiri dari warga negara Indonesia dan sejumlah warga negara asing asal Singapura yang sebelumnya melakukan pendakian di kawasan Gunung Dukono.

Meski sebagian besar korban telah dievakuasi, tiga pendaki lainnya masih belum ditemukan dan kini terus dicari oleh tim gabungan. Dua korban merupakan warga negara asing, sementara satu lainnya warga lokal.

Selain personel SAR, dua pendaki yang selamat juga ikut membantu proses pencarian dengan memberikan petunjuk jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan rekan mereka sebelum erupsi terjadi.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Pos SAR Tobelo, Polres Halmahera Utara, Kodim Tobelo, BPBD Halmahera Utara, hingga warga sekitar yang turut membantu pencarian di medan pegunungan.

Hingga saat ini, operasi SAR masih terus berlangsung di tengah kondisi abu vulkanik dan cuaca yang berubah cepat di sekitar kawasan Gunung Dukono.

Related Post

Tinggalkan komentar