Fajarnews.co, Pemerintah mengerahkan dukungan udara dari sejumlah negara untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Dilansir dari CNN Indonesia, Kementerian Perhubungan telah memberikan izin operasional bagi 35 pesawat asing yang didatangkan BNPB untuk membantu pemadaman dari udara.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan langkah tersebut diambil karena penanganan karhutla menjadi prioritas nasional. Indonesia membutuhkan tambahan armada karena kemampuan sarana pemadaman udara dalam negeri masih terbatas.
Sebagian besar armada yang dikerahkan berupa helikopter. Pesawat-pesawat tersebut telah mulai beroperasi di wilayah terdampak karhutla.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa menyebut armada tersebut berasal dari Rusia, Amerika Serikat, Australia, Ukraina, Selandia Baru, Laos, Vietnam, dan Kanada.
Secara keseluruhan, terdapat 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC) dengan total 36 helikopter yang terlibat dalam operasi penanganan karhutla.
Pengerahan armada asing ini diharapkan memperkuat upaya pemadaman, terutama di wilayah Kalimantan yang masih menghadapi ancaman kebakaran dan asap.



