Fajarnews.co, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (3/8), meskipun sebagian besar daerah tengah memasuki musim kemarau.
BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer yang masih aktif, sehingga pembentukan awan hujan tetap terjadi di berbagai wilayah dalam beberapa hari ke depan.
Menurut BMKG, aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin yang melintasi sebagian Sumatra dan Kalimantan mendukung pertumbuhan awan hujan. Sementara itu, Madden Julian Oscillation (MJO) juga diperkirakan memberikan pengaruh terhadap wilayah Indonesia bagian timur.
Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat turut memicu terbentuknya pola konvergensi dan konfluensi udara di kawasan Laut Filipina dan sekitarnya.
“Kondisi tersebut mendorong pertemuan dan penumpukan massa udara, sehingga hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpeluang terjadi secara lokal, terutama di wilayah yang dipengaruhi gelombang atmosfer, bibit siklon tropis, serta daerah konvergensi dan konfluensi,” tulis BMKG.
Adapun wilayah yang diprakirakan berpotensi mengalami hujan pada hari ini meliputi:
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatra Selatan
- Bengkulu
- Jawa Barat
- Kalimantan Barat
- Maluku
- Papua Pegunungan
- Papua
Selain hujan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang di sejumlah daerah. Peningkatan kecepatan angin diprakirakan terjadi di Aceh, Bali, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan, seperti Laut Andaman, Laut China Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, dan Laut Arafura.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun pelaku pelayaran dan nelayan yang beroperasi di wilayah perairan yang terdampak.



