Fajarnews.co, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa upaya transformasi bangsa tidak terlepas dari berbagai tantangan, termasuk praktik korupsi dan penyalahgunaan kewenangan yang masih menjadi pekerjaan besar dalam pembangunan nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam pidato kenegaraan pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di kawasan Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri RI, Senin (1/6). Presiden bertindak sebagai inspektur upacara dalam kegiatan tersebut.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa perubahan besar dalam suatu bangsa kerap menghadapi hambatan, baik dari sisi internal maupun eksternal. Ia menyebut bahwa reformasi dan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat membutuhkan keberanian dalam mengambil keputusan.
Presiden juga menyoroti pentingnya sikap tegas terhadap berbagai praktik yang merugikan negara, termasuk korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta aktivitas ekonomi ilegal yang menghambat kemajuan nasional.
Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat kemandirian dan tidak bergantung pada pihak luar dalam menghadapi berbagai dinamika global. Kekuatan bangsa, kata dia, ditentukan oleh kemampuan menjaga persatuan serta konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai Pancasila.
Upacara Hari Lahir Pancasila turut dihadiri sejumlah pejabat negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih.
Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni merujuk pada pidato Soekarno dalam sidang BPUPKI tahun 1945, yang menjadi dasar perumusan ideologi negara Indonesia.
Pemerintah menilai momentum peringatan ini sebagai pengingat pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.



