Fajarnews.co,Ambon – Suasana duka menyelimuti keluarga Agripinus Rumatora usai insiden penikaman yang merenggut nyawanya. Pihak keluarga berharap para pelaku mendapatkan hukuman seberat-beratnya, bahkan hingga hukuman mati.
Perwakilan keluarga, Ginto, menyampaikan bahwa kehilangan tersebut meninggalkan luka mendalam. Menurutnya, hukuman berat dinilai setimpal dengan perbuatan pelaku.
“Kami berharap pelaku dihukum setimpal. Kalau bisa, hukuman paling berat,” ujarnya, Minggu malam.
Rumah duka di kawasan Karang Tagepe, Maluku Tenggara, dipadati pelayat dari kader Partai Golkar hingga masyarakat umum. Aparat keamanan juga terlihat berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Meski diliputi kesedihan, keluarga memilih menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Mereka kini masih menunggu hasil penyelidikan terkait motif di balik penikaman yang terjadi di Bandar Udara Karel Sadsuitubun tersebut.
Peristiwa tragis itu terjadi tak lama setelah Nus Kei tiba dari Ambon. Saat berada di area pintu keluar bandara, seorang pria tiba-tiba menyerangnya dengan senjata tajam. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri, namun akhirnya roboh akibat luka serius.
Nus Kei sempat mendapatkan penanganan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong. Ia meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk di bagian vital tubuh.
Hingga kini, aparat keamanan masih berjaga di sejumlah titik, termasuk perbatasan desa di Kecamatan Kei Kecil, guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Aktivitas warga di beberapa wilayah juga terpantau masih terbatas.
Keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan yang sepadan atas kepergian sosok yang mereka cintai.



