Fajarnews.co, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membatalkan pelaksanaan Pawai Pembangunan 2026. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca panas dan paparan asap yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dilansir dari Korankaltim.com, Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, mengatakan keputusan tersebut mempertimbangkan keselamatan masyarakat. Pawai yang melibatkan banyak orang dinilai berisiko jika tetap digelar di tengah kondisi cuaca yang sangat panas.
“Cuaca sedang panas dan asap di mana-mana, takutnya terhirup oleh anak-anak. Banyak penyakit ISPA, batuk, pilek, pusing,” ujar Sunggono, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak ingin mengambil keputusan yang dapat meningkatkan risiko kesehatan masyarakat. Karena itu, faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam pembatalan kegiatan tersebut.
Terkait kemungkinan pengalihan anggaran kegiatan, Sunggono mengaku belum mengetahui secara pasti. Ia menegaskan, persoalan anggaran bukan menjadi prioritas dalam keputusan pembatalan pawai.
“Saya enggak tahu anggarannya ada atau enggak. Tapi intinya, kita lebih mempertimbangkan keselamatan dan keamanan masyarakat,” tegasnya.
Sunggono juga mengungkapkan bahwa kondisi panas ekstrem mulai berdampak pada kesehatan keluarganya. Ia menyebut istrinya sempat mengalami gangguan kesehatan setelah tidak mampu beradaptasi dengan cuaca yang sangat panas.
“Istri saya misalnya, berapa hari sudah tidak bisa apa-apa, sakit. Karena tidak tahan panas,” ungkapnya.
Pemkab Kukar selanjutnya mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi cuaca tidak mendukung. Warga juga diminta menjaga kesehatan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.
“Dihimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan. Kalau keluar rumah, pakai masker. Usahakan demi menghindari penyakit ISPA,” pungkas Sunggono.



