Tangga Arung Square Bakal Disulap Jadi Tongkrongan Anak Muda, Rendi Solihin Siapkan Konsep Rahasia

redaksi

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Suasana berbeda terlihat di Tangga Arung Square (TAS), Tenggarong, saat Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, melakukan peninjauan mendadak ke kawasan tersebut. Didampingi sejumlah pejabat terkait, Rendi menyusuri deretan kios yang kini banyak tak lagi beroperasi.

Di sela peninjauan, Rendi mengungkapkan bahwa kondisi Tangga Arung Square menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kawasan yang dulunya ramai itu dinilai memiliki potensi besar untuk kembali hidup apabila ditata dengan konsep yang tepat.

Ide tersebut, kata Rendi, muncul setelah dirinya bersama rombongan mengunjungi sejumlah pasar di Kota Bandung yang sebelumnya sempat kehilangan pengunjung, namun kini kembali ramai berkat sentuhan pelaku usaha kreatif dan anak-anak muda.

“Kami baru pulang dari Bandung melihat beberapa pasar yang dulunya mati, tetapi sekarang hidup lagi karena digerakkan oleh anak-anak muda. Nah, Tangga Arung Square juga ingin kita arahkan seperti itu,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu blok di Tangga Arung Square memiliki potensi paling besar untuk dikembangkan menjadi pusat ekonomi kreatif. Pemerintah pun mulai menyiapkan konsep penataan baru dengan melibatkan pelaku UMKM lokal, khususnya generasi muda yang telah memiliki usaha.

Rencananya, kios-kios yang selama ini kosong akan diisi berbagai jenis usaha, mulai dari coffee shop, barber shop, clothing, kuliner hingga bisnis kreatif lainnya yang berkembang di Tenggarong.

“Yang kita cari adalah anak-anak muda yang memang sudah aktif berusaha. Nanti mereka kita siapkan tempat di sini dan diberikan ruang untuk mengembangkan konsep usahanya masing-masing,” kata Rendi.

Ia membayangkan setiap lorong di Tangga Arung Square nantinya memiliki tema tersendiri sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Sejumlah usaha yang selama ini hanya dikenal di beberapa sudut Kota Tenggarong juga akan diberi ruang untuk membuka cabang dalam skala yang lebih kecil.

Rendi bahkan menyebut kawasan tersebut diproyeksikan menjadi hidden gem baru di Tenggarong. Namun, ia masih enggan membeberkan seluruh konsep yang tengah disusun.

“Namanya juga hidden gem, jadi konsepnya belum boleh dibuka semua. Yang jelas, dalam waktu dekat akan kita mulai dengan apa yang paling memungkinkan untuk dikerjakan,” ucapnya.

Selain penataan kawasan UMKM, rencana menghadirkan bioskop di Tangga Arung Square juga masih menjadi bagian dari revitalisasi kawasan tersebut.

Berbeda dengan wacana sebelumnya yang melibatkan jaringan bioskop XXI, Rendi memastikan kerja sama itu tidak berlanjut karena pihak investor menginginkan pembangunan gedung baru.

Menurutnya, Pemkab Kukar lebih memilih memanfaatkan bangunan yang sudah ada agar investasi yang masuk juga memberikan manfaat lebih besar bagi daerah.

“Kalau membangun dari nol tentu biayanya besar. Kami maunya memanfaatkan Tangga Arung Square yang sudah ada, sehingga kawasan ini ikut hidup kembali dan manfaatnya juga bisa dirasakan daerah,” jelasnya.

Meski kerja sama dengan XXI batal, peluang bagi investor lain masih terbuka lebar. Pemerintah, kata Rendi, tetap membuka ruang bagi pihak mana pun yang ingin berinvestasi dan ikut menghidupkan kembali Tangga Arung Square.

“Siapa pun yang ingin masuk masih terbuka. Untuk calon investornya nanti saja, belum bisa saya sampaikan sekarang,” pungkasnya.

Peninjauan mendadak tersebut menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kabupaten Kukar mulai bergerak mencari solusi agar Tangga Arung Square kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat. Dengan menggandeng UMKM lokal dan pelaku usaha muda, kawasan yang selama beberapa tahun terakhir tampak sepi itu diharapkan dapat kembali menjadi salah satu destinasi favorit di Tenggarong.

Related Post

Tinggalkan komentar