Fajarnews.co,Kutai Kartanegara – Aksi seruan yang diinisiasi oleh aliansi organisasi masyarakat (ormas) di Kutai Kartanegara (Kukar) resmi digelar pada Senin, (04/05/2026). Kegiatan ini diikuti sejumlah massa yang menyuarakan berbagai tuntutan terkait isu-isu daerah.
Aliansi yang terdiri dari Remaong Kutai Berjaya, Remaong Kutai Menamang, serta Bubuhan Banjar Kayuh Baimbai tersebut mengangkat sejumlah persoalan. Di antaranya, meminta penjelasan polemik penertiban di kawasan Tahura Bukit Soeharto, mendorong transparansi anggaran, serta mempertanyakan dugaan penggunaan fasilitas daerah untuk kepentingan pribadi.
Tak hanya itu, dalam aksinya massa juga menyuarakan tuntutan agar Ketua DPRD Kutai Kartanegara mundur dari jabatannya.
Aksi yang dimulai sejak pukul 10:00 wita itu berlangsung dengan titik kumpul di kawasan Timbau, tepatnya di sekitar markas aliansi. Massa kemudian bergerak menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka di depan gedung DPRD Kutai Kartanegara.
Usai menyampaikan tuntutan, beberapa perwakilan massa aksi melakukan audiensi bersama sejumlah anggota DPRD Kutai Kartanegara. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kukar.
Dalam audiensi itu, perwakilan massa menyampaikan langsung poin-poin tuntutan mereka kepada pihak legislatif, sekaligus meminta penjelasan dan tindak lanjut atas berbagai persoalan yang diangkat.
Aksi ini disebut sebagai bentuk dorongan masyarakat agar pemerintah daerah dan DPRD lebih responsif terhadap isu-isu yang berkembang. Tagar seperti #RakyatMenjerit, #RakyatMemanggil, dan #RakyatMelawan turut mengiringi aksi sebagai simbol penyampaian aspirasi publik.



