Siswa Diajak Siap Hadapi Dunia Nyata, Guru Apresiasi Kegiatan Dewantara Kolektif

redaksi

Fajarnews.co,Kutai Kartanegara, Rabu (15/04/2026) – Suasana berbeda terasa di SMAN 3 Tenggarong saat para siswa mengikuti sesi diskusi bersama . Bukan sekadar materi pelajaran, kegiatan ini menghadirkan obrolan tentang kehidupan nyata tentang pilihan, kesiapan, dan masa depan yang tak selalu diajarkan di ruang kelas.

Bagi para guru, kegiatan ini menjadi angin segar di tengah tantangan pendidikan saat ini. Guru SMAN 3 Tenggarong, Alep Reza Nur Hadi, menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan siswa di era globalisasi.

Menurutnya, siswa saat ini tidak cukup hanya mengandalkan satu kemampuan. Mereka dituntut untuk memiliki berbagai keterampilan agar mampu bersaing dan bertahan di kehidupan nyata.

“Sekarang ini siswa tidak bisa hanya mono talent, tetapi harus multi talent. Selain kemampuan dasar, mereka juga perlu memiliki life skill seperti public speaking, manajemen, hingga pemahaman tentang industri kreatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, materi yang dibawakan dalam kegiatan tersebut mampu melengkapi apa yang belum sepenuhnya didapatkan siswa di sekolah. Hal ini penting agar siswa memiliki gambaran lebih luas tentang dunia setelah lulus.

Lebih dari itu, ia berharap kegiatan seperti ini dapat membantu siswa menemukan arah hidup sekaligus mulai membangun relasi sejak dini.

“Harapannya, mereka bisa mulai memahami tujuan ke depan dan membangun jejaring. Ini juga penting untuk mendukung perkembangan industri kreatif, khususnya di Kutai Kartanegara,” tambahnya.

Sementara itu, dari sudut pandang siswa, kegiatan ini menghadirkan pengalaman baru yang membuka cara pandang mereka terhadap masa depan.

Ketua OSIS SMAN 3 Tenggarong, Wafi Dimas Priambada, mengaku materi yang disampaikan terasa dekat dengan realitas yang akan mereka hadapi setelah lulus sekolah.

Menurutnya, banyak hal yang selama ini tidak dibahas di dalam kelas, justru menjadi poin penting dalam kegiatan tersebut.

“Banyak ilmu yang tidak diajarkan di sekolah, tapi ternyata sangat penting untuk kehidupan ke depan. Kami jadi lebih sadar bahwa setelah lulus, ada banyak hal yang harus dipersiapkan,” ujarnya.

Ia juga menilai kegiatan tersebut mampu mengubah pola pikir siswa yang sebelumnya cenderung sederhana dalam memandang masa depan.

“Awalnya kami berpikir setelah lulus bisa langsung dapat pekerjaan bagus atau masuk universitas yang diinginkan. Tapi ternyata tidak sesederhana itu, ada banyak hal yang harus dipersiapkan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga dorongan untuk lebih mengenali potensi diri serta mempersiapkan langkah ke depan dengan lebih matang.

Related Post

Tinggalkan komentar