Fajarnews.co,Kutai Kartanegara, Minggu (05/04/2026) – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) menyoroti aspek keselamatan dalam penataan skatepark, khususnya terkait keberadaan area bermain anak (playground) yang tidak boleh digabung dalam satu kawasan.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menegaskan bahwa penggabungan dua fungsi tersebut berisiko tinggi terhadap keselamatan pengunjung, terutama anak-anak.
“Ini tidak boleh lagi digabung dengan playground anak-anak karena rawan kecelakaan,” tegasnya.
Menurutnya, aktivitas skateboarding memiliki risiko tinggi sehingga harus dipisahkan dari area bermain anak yang lebih bersifat rekreatif dan santai.
Sebagai solusi, pihaknya membuka opsi penataan ulang kawasan, termasuk penyediaan area khusus bagi penonton.
“Untuk penonton mungkin bisa disediakan tempat duduk, tapi tidak bisa dicampur dengan area bermain anak,” jelasnya.
Selain itu, sejumlah masukan lain juga muncul dalam diskusi bersama komunitas, seperti penambahan fasilitas pendukung termasuk area UMKM atau penjualan souvenir.
Namun, seluruh masukan tersebut masih akan dikaji lebih lanjut sebelum diambil keputusan.
“Nanti kita kumpulkan semua masukan, kita diskusikan lagi dengan komunitas, lalu kita tentukan langkah-langkahnya,” ujarnya.
Sebagai bagian dari perbaikan, PU Kukar juga mempertimbangkan studi banding ke sejumlah daerah yang memiliki skatepark dengan standar lebih baik.
“Yang dekat ada di PPU dan Balikpapan. Kalau yang sudah standar, ada di Bali dan Jakarta. Nanti kita lihat dan diskusikan mana yang paling sesuai,” tambahnya.
Meski demikian, rencana tersebut masih terbentur ketersediaan anggaran yang saat ini belum dialokasikan secara khusus.



