Fajarnews.co,Kutai Kartanegara – Suasana hangat terasa di Kecamatan Muara Jawa saat warga berkumpul dalam kegiatan halal bihalal bersama anggota DPRD Kutai Kartanegara, Rahmat Dermawan, Minggu (29/03/2026). Bukan sekadar agenda tahunan, pertemuan ini menjadi ruang bagi warga untuk bercerita, menyampaikan harapan, hingga sekadar bersalaman dengan wakil yang mereka pilih.
Rahmat Dermawan, anggota DPRD Kukar periode 2024–2029 dari Fraksi PDI Perjuangan yang mewakili Dapil IV (Samboja, Muara Jawa, dan Sangasanga), tampak menyatu dengan masyarakat. Ia mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi warga, mulai dari persoalan sehari-hari hingga kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka.
“Bagi saya, yang paling penting adalah hadir dan mendengar langsung,” ujarnya.
Namun, momen tersebut tidak hanya diisi dengan silaturahmi. Rahmat juga mengajak warga untuk melihat kembali perjalanan satu tahun masa jabatannya melalui sebuah film dokumenter berjudul Penyambung Lidah Rakyat.
Film berdurasi sekitar 35 menit itu diputar di hadapan warga. Dalam tayangan tersebut, terlihat berbagai aktivitas Rahmat selama setahun terakhir bertemu petani di ladang, berdialog dengan nelayan, hingga menyapa warga di tingkat RT dan kelompok rentan.
Beberapa warga tampak serius menyaksikan, sebagian lainnya sesekali mengangguk, seolah melihat kembali momen-momen yang mungkin pernah mereka alami bersama.
“Ini bukan film yang dibuat-buat. Semua yang ada di dalamnya adalah perjalanan nyata saya selama satu tahun,” jelasnya.
Bagi Rahmat, film tersebut bukan sekadar dokumentasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat. Ia ingin menunjukkan bahwa amanah yang diberikan tidak dijalankan dalam diam, tetapi melalui kerja nyata di lapangan.
Di tengah suasana kebersamaan itu, ia juga merefleksikan perannya sebagai wakil rakyat. Menurutnya, politik seharusnya hadir lebih dekat dengan masyarakat tidak hanya saat kampanye, tetapi juga dalam keseharian.
Melalui kegiatan sederhana seperti silaturahmi ini, Rahmat berharap hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat tetap terjaga. Ia ingin memastikan bahwa suara warga tidak hanya didengar, tetapi juga diperjuangkan.
“Karena pada akhirnya, saya ada di sini untuk menjadi penyambung lidah mereka,” tutupnya.



