Infrastruktur dan Pasar Jadi Sorotan DPRD dalam Musrenbang Samboja Barat

redaksi

Fajarnews.co,Kutai Kartanegara – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Komisi III Daerah Pemilihan (Dapil) V, Johansyah, menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Samboja Barat yang digelar di Kantor Kecamatan Samboja Barat Jalan dr. Sutomo, Kamis (12/02/2026). Sekaligus dirangkai dengan peresmian kantor camat dan peringatan hari jadi ke-3 kecamatan tersebut.

Johansyah menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Musrenbang yang menjadi ruang penyampaian aspirasi masyarakat dari tingkat RT, kelurahan hingga desa.

“Hari ini dilaksanakan musyawarah rencana pembangunan untuk Kecamatan Samboja Barat. Kami sebagai anggota DPRD yang juga perwakilan Dapil V merasa bangga bisa hadir bersama masyarakat menyaksikan penyampaian aspirasi-aspirasi ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari 10 desa dan kelurahan di Samboja Barat, terdapat sekitar 147 usulan kegiatan yang diajukan. Dari jumlah tersebut, ditetapkan 10 kegiatan prioritas, masing-masing satu usulan utama dari setiap desa dan kelurahan.

“Kurang lebih ada 147 kegiatan usulan, dan ada 10 yang menjadi skala prioritas, masing-masing satu dari desa dan kelurahan,” jelasnya.

Sebagai wakil rakyat dari wilayah pesisir, Johansyah menegaskan DPRD akan mengawal usulan tersebut agar mendapat perhatian serius dalam penganggaran tahun berikutnya.

“Kita berharap di 2027 semua bisa terakomodir. Karena kalau melihat 2026 ini, wilayah Samboja Barat, Samboja Induk, Muara Jawa dan Loa Janan masih sangat minim dibanding kecamatan lain,” tegasnya.

Ia menilai wilayah pesisir memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan daerah, sehingga sudah seharusnya mendapat porsi pembangunan yang lebih proporsional.

“Kalau kita melihat dengan jeli, pendapatan Kutai Kartanegara banyak berasal dari pesisir. Maka ke depan jangan lagi seperti 2026, harus ada perhatian lebih,” katanya.

Terkait usulan prioritas, Johansyah menyebut sektor infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak, termasuk akses jalan di kawasan depan kantor camat yang menghubungkan Kelurahan Karya Merdeka hingga Ambalat.

“Infrastruktur khususnya di depan kantor camat ini, tembus Karya Merdeka ke Ambalat, itu menjadi prioritas karena ini ibu kota Kecamatan Samboja Barat,” ungkapnya.

Selain itu, pembangunan pasar kecamatan juga menjadi usulan penting guna mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Masa satu kecamatan belum memiliki pasar. Perputaran ekonomi masyarakat harus didukung dengan fasilitas yang memadai,” pungkasnya.

Related Post

Tinggalkan komentar