Sangasanga Siap Jadi Pusat Seni Budaya dan Wisata Sejarah

redaksi

Fajarnews.co,Kutai Kartanegara, Rabu (28/01/2026) – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menegaskan bahwa berdirinya Patung Proklamator Ir. Soekarno di Kecamatan Sangasanga bukanlah akhir dari pembangunan kawasan, melainkan awal dari pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai pusat aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.

Rendi menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan patung yang kini berdiri tegap di Sangasanga. Namun demikian, ia memastikan pengembangan kawasan RTH masih akan terus dilanjutkan dengan penambahan berbagai fasilitas umum.

“Alhamdulillah patungnya sudah berdiri tegap di Sangasanga. Tapi ini belum selesai, karena RTH masih membutuhkan fasilitas pendukung lain seperti musala dan penataan UMKM agar lebih rapi. Untuk itu sudah kami siapkan anggarannya tahun ini,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rencana pemanfaatan RTH sebagai ruang ekspresi seni dan budaya masyarakat melalui agenda rutin bertajuk Soekarno Night. Kegiatan ini direncanakan digelar setiap malam Minggu atau dua pekan sekali dengan melibatkan pelaku seni budaya dari Kecamatan Sangasanga.

“Nanti akan ada Soekarno Night yang diisi seni budaya dari Sangasanga. Mudah-mudahan bisa konsisten, seperti yang sudah berjalan di Simpang Odah Etam,” katanya.

Menurut Rendi, Sangasanga diproyeksikan menjadi kecamatan kedua di Kukar yang difasilitasi pemerintah daerah untuk memiliki agenda seni budaya rutin, sebagai bagian dari upaya membangun ruang publik yang hidup dan produktif.

Terkait Patung Ir. Soekarno, Rendi menjelaskan bahwa monumen tersebut merupakan patung Bung Karno tertinggi di luar Pulau Jawa dan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Pemilihan Bung Karno sebagai ikon kawasan, kata Rendi, telah melalui proses panjang sejak 2022.

“Sejak 2022 sudah kita bahas, mulai dari peninjauan lokasi hingga penentuan tokoh. Bung Karno adalah Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus Proklamator, sehingga beliau kami tetapkan sebagai ikon di Sangasanga,” jelasnya.

Ia menambahkan, banyak negara besar di dunia yang dengan bangga menghadirkan Patung Soekarno sebagai simbol perjuangan dan kepemimpinan bangsa. Oleh karena itu, keberadaan Patung Bung Karno di Sangasanga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kukar, khususnya warga Sangasanga.

Dalam proses pembangunannya, Rendi menjelaskan bahwa proyek tersebut tidak dilakukan dalam satu tahun anggaran, melainkan secara bertahap. Tahun 2023 difokuskan pada perencanaan dan penganggaran, sementara pembangunan fisik baru dimulai pada 2024.

“Ini tidak langsung jadi satu tahun. Kita cicil bertahap. Total anggaran yang sudah digelontorkan hampir Rp30 miliar, dan sebagian besar dialokasikan untuk pengembangan RTH karena lahannya sangat luas dan membutuhkan pematangan yang serius,” ungkapnya.

Selain pembangunan kawasan ikon, Pemkab Kukar juga memastikan pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah sekitar. Rendi menegaskan bahwa penguatan ikon daerah harus dibarengi dengan kondisi infrastruktur yang memadai bagi masyarakat sekitar.

“Kita pastikan tidak ada ketimpangan. Jalur dua, jalan lingkungan, sampai gang-gang di Sangasanga Dalam sudah diaspal. Jangan sampai ikonnya bagus, tapi akses menuju ke sana justru rusak,” tegasnya.

Ia menutup dengan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pembangunan yang adil dan berkelanjutan di seluruh kecamatan, khususnya di kawasan yang menjadi pusat destinasi baru Kabupaten Kutai Kartanegara.

Related Post

Tinggalkan komentar