Fajarnews.co,Kutai Kartanegara – Peringatan 79 tahun Peristiwa Merah Putih Sangasanga dimaknai sebagai momentum penting untuk merefleksikan peran seluruh elemen bangsa dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Daerah Pemilihan IV, Rahmat Dermawan, saat peringatan Peristiwa Merah Putih di Kecamatan Sangasanga.
Menurut Rahmat, peristiwa bersejarah tersebut tidak hanya menjadi pengingat perjuangan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi saat ini dan yang akan datang agar terus meneladani semangat juang para pendahulu bangsa.
“Peristiwa Merah Putih Sangasanga merupakan momen bersejarah yang penting untuk merefleksi diri kita sebagai anak bangsa, bagaimana kita ikut mengisi kemerdekaan Republik Indonesia melalui kontribusi dan karya nyata di masyarakat,” ujarnya, Selasa (27/01/2026).
Ia berharap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan dapat terus hidup dan menjadi pedoman bagi generasi muda dalam mengambil peran pembangunan di berbagai sektor.
“Semangat perjuangan ini harus kita warisi dan teladani, sehingga generasi mendatang juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” tambahnya.
Rahmat Dermawan juga menyinggung keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Patung Bung Karno di Sangasanga yang dinilainya memiliki makna strategis, baik sebagai simbol sejarah maupun penggerak ekonomi masyarakat.
Menurutnya, RTH tersebut merupakan inisiatif pemerintah daerah sebagai bentuk hadiah bagi masyarakat Sangasanga sekaligus penanda kuat bahwa wilayah tersebut memiliki sejarah besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
“RTH dan Patung Bung Karno ini merefleksikan bahwa di Sangasanga pernah terjadi peristiwa besar perjuangan bangsa. Patung Bung Karno sebagai proklamator menjadi simbol pengingat sejarah itu,” jelasnya.
Selain sebagai pengingat sejarah, RTH diharapkan dapat menjadi ruang publik yang mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di tengah masyarakat, sekaligus menjadi alternatif destinasi wisata sejarah dan rekreasi.
“Ke depan, RTH ini diharapkan menjadi ruang terbuka yang bukan hanya untuk rekreasi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui munculnya wisata baru di Sangasanga,” katanya.
Rahmat menegaskan, dengan adanya museum, taman makam pahlawan, monumen perjuangan, hingga Patung Bung Karno, identitas Sangasanga sebagai Kota Juang semakin kuat dan mudah dikenali oleh masyarakat luas.
“Ketika orang datang ke Sangasanga, mereka bisa melihat langsung bahwa di daerah ini pernah terjadi perjuangan besar bangsa Indonesia. Inilah identitas Kota Juang yang harus terus kita jaga,” pungkasnya.



