Fajarnews.co,Kutai Kartanegara – Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin, menerima kunjungan silaturahmi Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Wakapolda Kaltim) Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara, Sabtu (24/1/2026).
Kunjungan tersebut merupakan silaturahmi perdana Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo sejak resmi dilantik sebagai Wakapolda Kaltim pada 17 Januari 2026. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakapolda Riau.
Wakapolda Kaltim hadir bersama sejumlah pejabat utama Polda Kaltim, di antaranya Direktur Intelkam, Direktur Lalu Lintas, dan Direktur Reserse Narkoba. Kehadiran rombongan disambut pihak Kesultanan sebagai bentuk hubungan kekeluargaan dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat.
Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan sebagai ajang silaturahmi sekaligus permohonan petuah kepada Sultan Kutai Kartanegara sebagai tokoh adat di Kalimantan Timur.
“Kunjungan ini merupakan silaturahmi dan kekeluargaan kami. Sebagai pejabat baru, kami mohon izin dan petuah agar dapat menjalankan tugas dengan baik di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama awal masa tugasnya di Kaltim, dirinya berupaya membangun komunikasi dengan berbagai elemen, termasuk tokoh adat dan masyarakat, guna memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Sementara itu, perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara, Pangeran Hario Notonegoro, menyampaikan bahwa kunjungan Wakapolda Kaltim mencerminkan sikap santun serta penghormatan terhadap adat dan kearifan lokal.
Dalam pertemuan tersebut, Sultan Kutai Kartanegara menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kondusivitas daerah. Ia menyampaikan falsafah Kerajaan Kutai, Bhinneka Tunggal Suwaka, yang bermakna berbeda-beda namun tetap mengabdi kepada satu tujuan.
Sultan menyebut kondusivitas daerah menjadi kunci utama dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk menarik minat investor.
“Kondisi daerah yang aman dan kondusif akan membuat pembangunan berjalan baik dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Sultan juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas Kalimantan Timur sebagai daerah yang selama ini dikenal aman dan minim konflik sosial, terlebih dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Untuk menjaga stabilitas tersebut, Sultan mendorong sinergi melalui pendekatan pentahelix dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kalimantan Timur.



