Fajarnews.co, Tim pencarian dan pertolongan dari Basarnas Makassar berhasil mengevakuasi seorang awak kapal asing yang mengalami gangguan kesehatan serius saat berlayar di perairan Sulawesi Selatan. Proses penyelamatan dilakukan di tengah laut setelah kru kapal dilaporkan membutuhkan penanganan medis segera.
Operasi tersebut melibatkan KN SAR Kamajaya yang dikerahkan untuk melakukan pertemuan dengan kapal kargo MV Novena WW yang tengah menjalani pelayaran internasional dari Jepang menuju Australia.
Korban diketahui merupakan seorang anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Vietnam berusia 24 tahun. Ia dilaporkan mengalami nyeri hebat pada bagian perut disertai demam tinggi saat kapal melintas di sekitar perairan Pulau Kalukalukuang, Kabupaten Pangkep.
Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Andi Sultan, mengatakan laporan keadaan darurat diterima dari pihak kapal yang meminta bantuan evakuasi medis karena kondisi korban memerlukan penanganan lebih lanjut.
Setelah menerima informasi tersebut, Basarnas segera mengoordinasikan operasi penyelamatan dengan mengerahkan kapal SAR menuju lokasi kapal yang berada lebih dari seratus mil laut dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan proses transfer korban dari kapal niaga ke KN SAR Kamajaya. Meski dilakukan di tengah laut, evakuasi berlangsung aman berkat koordinasi yang baik antara petugas penyelamat dan awak kapal.
Setelah berhasil dipindahkan, korban langsung mendapatkan penanganan medis awal selama perjalanan menuju Makassar. Setibanya di darat, korban segera dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Basarnas, TNI AL, Polairud, Kantor Kesehatan Pelabuhan, hingga pihak agen kapal. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan tanpa hambatan.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan layanan pencarian dan pertolongan di jalur pelayaran internasional yang melintasi perairan Indonesia. Respons cepat terhadap kondisi darurat di laut menjadi kunci untuk meningkatkan keselamatan para pelaut yang beraktivitas di wilayah perairan nasional maupun internasional.



