Fajarnews.co, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin masuk dalam daftar kandidat potensial untuk menduduki posisi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Berdasarkan informasi yang tercantum di laman resmi WHO pada Selasa (25/8/2026), Budi Gunadi Sadikin atau BGS menjadi salah satu dari empat kandidat yang masuk dalam bursa pemilihan pimpinan organisasi kesehatan dunia tersebut.
BGS diajukan Indonesia untuk bersaing dengan tiga kandidat lainnya. Mereka adalah Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar, Hanan Balkhy yang diusulkan Arab Saudi, serta Hans Henri P. Kluge dari Belgia.
Jika terpilih, BGS akan menjadi kandidat dari Indonesia yang berpeluang memimpin WHO pada periode setelah masa jabatan Tedros berakhir.
Budi Gunadi Sadikin telah menjabat sebagai Menteri Kesehatan sejak akhir 2020. Ia ditunjuk pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk menggantikan Terawan Agus Putranto.
Sebelum masuk ke pemerintahan, BGS memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan dan korporasi. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri dan memimpin PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), perusahaan induk pertambangan milik negara.
Latar belakang BGS berbeda dengan sejumlah figur di bidang kesehatan karena ia bukan dokter maupun profesional kesehatan masyarakat. Pengalamannya lebih banyak berasal dari sektor perbankan, manajemen, dan pengelolaan perusahaan.
Selama menjabat sebagai Menteri Kesehatan, BGS terlibat dalam berbagai kebijakan dan program kesehatan nasional. Namanya kemudian masuk dalam daftar kandidat potensial untuk posisi tertinggi di WHO.
Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan langsung dari Budi Gunadi Sadikin mengenai pencalonannya tersebut. Upaya konfirmasi terkait kabar ini belum mendapat tanggapan.
Pemilihan Direktur Jenderal WHO nantinya akan menentukan sosok yang memimpin organisasi tersebut dalam menghadapi berbagai agenda kesehatan global, termasuk penguatan sistem kesehatan, pencegahan wabah, dan penanganan berbagai tantangan kesehatan lintas negara.



