Fajarnews.co, Pemerintah mulai memacu langkah menuju kemandirian bawang putih nasional. Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan bawang putih dari hasil produksi dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor yang selama ini masih mendominasi pasar.
Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran hampir Rp400 miliar yang akan difokuskan pada pengembangan bibit dan perluasan area pembibitan bawang putih. Program ini menjadi fondasi awal menuju swasembada dalam tiga hingga empat tahun mendatang.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan bawang putih merupakan salah satu komoditas strategis yang masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri. Saat ini, sebagian besar kebutuhan nasional masih dipenuhi melalui impor sehingga diperlukan langkah besar untuk memperkuat produksi domestik.
Menurutnya, peluang mencapai swasembada bawang putih cukup terbuka karena kebutuhan lahannya relatif lebih kecil dibanding komoditas pangan utama lainnya. Namun, tantangan terbesar justru terletak pada ketersediaan bibit unggul dalam jumlah besar yang sesuai dengan kondisi iklim Indonesia.
Pemerintah pun mulai mengembangkan pusat pembibitan di sejumlah daerah dataran tinggi yang selama ini dikenal sebagai sentra bawang putih nasional. Kawasan tersebut akan menjadi basis produksi benih untuk mendukung perluasan lahan tanam hingga puluhan ribu hektare dalam beberapa tahun ke depan.
Melalui program tersebut, petani akan memperoleh bantuan bibit yang dapat dikembangkan kembali. Hasil pembibitan nantinya digunakan untuk memperkuat pasokan benih nasional sehingga ketergantungan terhadap bibit impor dapat ditekan secara bertahap.
Selain mengandalkan dukungan APBN, pemerintah juga mengajak perusahaan BUMN dan sektor swasta untuk terlibat dalam pengembangan pembibitan dan budidaya bawang putih. Kolaborasi ini dinilai penting untuk mempercepat peningkatan kapasitas produksi nasional.
Jika program berjalan sesuai rencana, pemerintah optimistis volume impor bawang putih akan terus menurun dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan, target jangka panjang yang ingin dicapai adalah menghentikan impor dan memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat dari hasil panen petani Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengembangan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi.



