Danantara Paparkan Kekuatan Bank BUMN di Hadapan 30 Pimpinan Sekuritas

redaksi

Fajarnews.co, Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan sekitar 30 pimpinan perusahaan sekuritas untuk membahas kondisi sektor perbankan pelat merah di tengah dinamika pasar saham yang masih berfluktuasi.

Dalam forum tersebut, Dony menegaskan bahwa kinerja dan fundamental bank-bank BUMN tetap berada dalam kondisi kuat. Ia juga memaparkan berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai menjadi penopang optimisme terhadap prospek ekonomi nasional.

“Kemarin saya juga ketemu sendiri dengan 30 pemimpin sekuritas. Kita menjelaskan program-program pemerintah dan mereka baru memahami,” ujar Dony di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6).

Menurutnya, kondisi emiten perbankan milik negara saat ini menunjukkan performa yang sehat dan didukung laporan keuangan yang terbuka bagi publik. Ia menilai tekanan terhadap harga saham yang terjadi belakangan belum mencerminkan kekuatan fundamental perusahaan.

Dony juga menyinggung opsi pembelian kembali saham atau buyback yang dinilai sebagai langkah umum di pasar modal ketika harga saham bergerak di bawah nilai fundamental perusahaan.

“Itu yang terjadi bahwa memang banyak saham-saham kita yang fundamentalnya sangat bagus,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sekaligus Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan. Ia menegaskan bahwa bank-bank BUMN masih mencatatkan pertumbuhan bisnis yang solid meski pasar saham menghadapi tekanan.

Menurut Putrama, pertumbuhan kredit bank-bank Himbara saat ini berada di kisaran 20 persen. Sementara pertumbuhan dana pihak ketiga tercatat antara 20 hingga 30 persen. Kondisi likuiditas juga disebut tetap terjaga dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) sekitar 88 hingga 90 persen.

Selain itu, tingkat kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) masih berada di bawah 2 persen, menunjukkan kualitas aset yang relatif sehat.

“Dapat kami sampaikan bahwa saat ini kinerja Himbara secara fundamental sangat bagus sehingga rasanya tidak perlu ada kekhawatiran, keraguan terhadap kondisi fundamental di bursa,” ujar Putrama.

Pembahasan mengenai kondisi perbankan BUMN turut menjadi agenda dalam pertemuan antara DPR, Himbara, Danantara, BP BUMN, dan pemerintah. Fokus diskusi diarahkan pada pergerakan saham-saham BUMN yang terdampak sentimen pasar global dalam beberapa waktu terakhir.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan saham perbankan BUMN sejatinya ditopang kinerja yang baik, namun tetap menghadapi tekanan akibat gejolak ekonomi global. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas kemungkinan pelaksanaan buyback pada momentum yang tepat guna mendukung stabilitas pasar.

Related Post

Tinggalkan komentar