25 Industri Gandeng SMKN 6 Samarinda, Pemprov Kaltim Dorong Lulusan Langsung Terserap Kerja

redaksi

Fajarnews.co, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong penguatan hubungan antara sekolah kejuruan dan dunia industri sebagai salah satu langkah memperluas peluang kerja bagi lulusan SMK.

Dilansir dari antarakaltim.com, Dukungan itu disampaikan Pemprov Kaltim atas kemitraan SMK Negeri 6 Samarinda dengan 25 perusahaan dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI). Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat keterampilan siswa sekaligus membuka akses lebih luas terhadap kebutuhan tenaga kerja lokal.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan kolaborasi sekolah dengan industri memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menekan angka pengangguran.

“Program kemitraan ini sangat strategis sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran,” kata Seno Aji di Samarinda, Selasa (22/9).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di provinsi tersebut tercatat 5,24 persen. Kondisi itu menjadi salah satu alasan penguatan pendidikan vokasi dinilai penting agar kompetensi lulusan lebih sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

Seno Aji menilai keterlibatan perusahaan sejak siswa masih berada di bangku sekolah dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan industri. Dengan begitu, lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang relevan ketika memasuki dunia kerja.

“Melalui kerja sama ini, para pelajar kita akan merasa lebih tenang dan yakin bahwa setelah lulus, mereka siap bekerja di dunia usaha maupun industri,” ujarnya.

Kemitraan tersebut tidak hanya berfokus pada perekrutan lulusan. Sekolah dan industri juga menyepakati sinkronisasi kurikulum dengan perkembangan kebutuhan perusahaan, pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), program pemagangan bagi guru, serta keterlibatan tenaga ahli perusahaan sebagai instruktur atau guru tamu.

Sebanyak 25 perusahaan yang terlibat memiliki bidang usaha yang sesuai dengan kompetensi keahlian di SMKN 6 Samarinda. Di antaranya PT Trakindo Utama, PT Astra International Tbk, Isuzu, PT Ardendi Jaya Sentosa, PT Karunia Armada Indonesia, PT Mahakam Sumber Jaya, PT Dinar Energi Utama, PT Geoservices, dan PT Global Environment Laboratory.

Kerja sama tersebut mendukung sejumlah program keahlian di SMKN 6 Samarinda, seperti Geologi Pertambangan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Pemesinan, dan Kimia Analisis.

Selain membuka peluang penyerapan tenaga kerja, keterlibatan perusahaan juga terlihat melalui dukungan terhadap fasilitas pendidikan. Sejumlah ruang kelas dan laboratorium di sekolah tersebut dibangun dengan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

“Saya senang saat masuk ke sekolah ini, ternyata beberapa ruang kelas dan laboratorium dibangun melalui bantuan CSR pihak swasta,” ujar Seno.

Kepala SMKN 6 Samarinda Muhammad Adnan mengatakan kemitraan dengan industri memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas siswa. Kolaborasi tersebut juga membantu sekolah melakukan pembenahan fasilitas agar proses pembelajaran semakin mendekati kondisi kerja yang sebenarnya.

Di sisi lain, Adnan mengapresiasi dukungan Pemprov Kaltim melalui program seragam sekolah gratis yang telah berjalan selama beberapa tahun. Program tersebut dinilai membantu mengurangi beban pengeluaran orang tua siswa.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada Wakil Gubernur Kaltim berupa produk minyak aromaterapi dan sejumlah karya siswa yang dihasilkan melalui kegiatan praktikum di SMKN 6 Samarinda.

Related Post

Tinggalkan komentar