Fajarnews.co, SAMARINDA – Rencana pembangunan dan pengembangan Dermaga Harapan Baru di Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, diminta untuk dikaji kembali oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun. Evaluasi tersebut diperlukan karena konsep awal dinilai belum menunjukkan perhitungan ekonomi yang kuat dan berisiko tidak memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dilansir dari antarakaltim.com, Permintaan itu disampaikan Andi Harun saat memimpin rapat presentasi konsep pembangunan yang disusun konsultan mitra Dinas Perhubungan di Ruang Rapat Wali Kota Samarinda, Kamis (17/9/2026).
Menurut Andi Harun, proyek tersebut masih berada pada tahap awal sebelum penyusunan Detail Engineering Design (DED). Karena itu, konsep pembangunan perlu dimatangkan agar investasi yang dikeluarkan pemerintah daerah memiliki manfaat yang jelas dan berkelanjutan.
Fungsi Utama Dermaga Harus Ditentukan
Konsep awal Dermaga Harapan Baru mencakup berbagai fungsi, seperti tambatan tugboat, aktivitas logistik, sektor perikanan, UMKM, serta ruang publik.
Namun, Andi Harun meminta agar pemerintah daerah dan konsultan menetapkan prioritas utama kawasan. Kejelasan fungsi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan desain bangunan, kebutuhan infrastruktur, hingga pola pengelolaan dermaga.
Ia menilai sejumlah fungsi memang dapat dikembangkan dalam satu kawasan, tetapi setiap fungsi harus memiliki keterkaitan dan tujuan yang jelas.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah rencana pemanfaatan dermaga untuk tambatan tugboat. Andi Harun menyebut perubahan operasional pelayaran yang berlangsung selama 24 jam berpotensi mengurangi aktivitas tambatan di kawasan tersebut.
Kondisi ini dinilai perlu diperhitungkan secara cermat, terutama jika pembangunan membutuhkan anggaran hingga puluhan miliar rupiah. Tanpa perencanaan bisnis yang realistis, investasi tersebut dikhawatirkan tidak sebanding dengan potensi pendapatan yang dihasilkan.
Diarahkan Menjadi Pusat Transportasi Sungai dan Perikanan
Sebagai alternatif, Andi Harun mengusulkan agar Dermaga Harapan Baru dikembangkan menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan transportasi sungai, logistik, dan aktivitas perikanan.
Konsep tersebut dapat diintegrasikan dengan fasilitas perikanan yang telah tersedia, termasuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan fasilitas cold storage yang berada di seberang kawasan.
Dalam skema yang diusulkan, kapal nelayan dapat membongkar hasil tangkapan di dermaga. Selanjutnya, hasil perikanan disimpan di fasilitas cold storage, didistribusikan, dan dikembangkan melalui aktivitas UMKM berbasis perikanan.
Andi Harun membayangkan kawasan tersebut dapat menjadi salah satu pusat kegiatan perikanan di Kota Samarinda, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Selain fungsi kawasan, aspek teknis pembangunan juga diminta untuk dikaji. Salah satunya terkait penanganan erosi di tepian sungai melalui pembangunan turap yang terintegrasi dengan keseluruhan desain dermaga.
Andi Harun menekankan empat hal yang perlu menjadi perhatian dalam penyempurnaan konsep, yaitu kejelasan fungsi kawasan, perhitungan bisnis yang masuk akal, ketepatan kebutuhan infrastruktur, serta manfaat nyata bagi masyarakat.
Konsep Dermaga Harapan Baru selanjutnya akan diperkuat sebelum memasuki tahap penyusunan DED, sehingga rencana pembangunan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah.



