Fajarnews.co, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup, Banyuwangi, Jawa Timur, sejak Kamis (3/9/2026). Kondisi tersebut kini turut mengancam aktivitas wisata di kawasan TWA Kawah Ijen.
Titik api terpantau berada sekitar 1 hingga 1,5 kilometer di sebelah timur kawasan TWA Kawah Ijen. Meski kobaran api belum memasuki area destinasi wisata, pengelola mulai mempertimbangkan kemungkinan penutupan sementara apabila kondisi semakin memburuk.
Langkah tersebut terutama dipertimbangkan jika asap bergerak menuju kawasan wisata hingga mengganggu jarak pandang dan kesehatan pengunjung. Keputusan penutupan masih menunggu ketetapan resmi.
Upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan BKSDA, BPBD Banyuwangi, Perhutani, serta relawan. Namun, medan yang berupa tebing dan jurang curam membuat akses menuju lokasi kebakaran cukup sulit.
Situasi semakin menantang karena wilayah tersebut sedang menghadapi puncak musim kemarau. Vegetasi dan dedaunan yang mengering, ditambah hembusan angin, berpotensi membuat api lebih cepat menyebar.
Untuk mengantisipasi risiko, petugas juga melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan, termasuk Blok Cangkringan dan kawasan puncak Merapi Ungup-Ungup yang menjadi jalur menuju Kawah Ijen.
Masyarakat dan wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.
Kawah Ijen masih aman dari kobaran api, tetapi ancaman di kawasan sekitarnya belum berakhir. Penanganan karhutla terus menjadi prioritas untuk melindungi kawasan konservasi sekaligus memastikan keselamatan masyarakat dan wisatawan.



