Fajarnews.co, Polisi menemukan dugaan ketidaksesuaian data manifes penumpang dalam penyelidikan kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada 2 Agustus 2026.
Perbedaan data tersebut diketahui setelah penyidik membandingkan manifes kapal dengan keterangan sejumlah saksi dan dokumen resmi pelayaran yang telah dikumpulkan.
Dirpolairud Polda Jawa Timur Kombes Arman Asmara mengatakan pihaknya kini telah mengamankan sejumlah dokumen penting untuk mendalami kasus tersebut.
“Kami sudah mempunyai data dan dokumen lengkap. Mulai manifes, meski tidak ada kesesuaian, hingga Surat Persetujuan Berlayar, dan semuanya sedang kami teliti dan dalami,” kata Arman di Surabaya, Selasa (25/8).
Data manifes yang sebelumnya beredar menyebut jumlah orang di dalam kapal sebanyak 232 orang. Namun, berdasarkan catatan evakuasi, total penumpang dan awak kapal yang berhasil dievakuasi mencapai 238 orang.
Dari jumlah tersebut, 233 orang ditemukan dalam keadaan selamat, sementara lima lainnya meninggal dunia.
Persoalan jumlah penumpang kembali muncul setelah operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan pada 4 Agustus. Polisi masih menerima laporan dari keluarga maupun rekan yang menyebut ada lima orang yang belum diketahui keberadaannya.
Satu dari lima orang tersebut disebut telah tercatat dalam manifes yang dimiliki operator kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP).
Selain persoalan data penumpang, polisi juga menemukan dugaan adanya upaya saling melempar tanggung jawab dalam penanganan insiden tersebut.
“Ada ke arah sana dalam kasus terbakarnya KM Mutiara Sentosa II, ini yang sedang kami garis bawahi,” ujar Arman.
Penyidik kini memusatkan perhatian pada pihak yang dinilai memiliki tanggung jawab atas terjadinya kebakaran dan persoalan dalam proses pelayaran kapal.
“Kami sedang mendalami siapa pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus terbakarnya kapal ini,” katanya.
Hingga Selasa (25/8), polisi telah memeriksa sedikitnya tujuh saksi. Jumlah saksi masih dapat bertambah seiring proses pendalaman dokumen, keterangan pihak terkait, serta bukti lain yang ditemukan penyidik.
KMP Mutiara Sentosa II sebelumnya terbakar saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Makassar di perairan utara Sumenep pada awal Agustus.
Basarnas menyatakan operasi pencarian dan pertolongan ditutup setelah seluruh data evakuasi mencapai 238 orang. Namun, laporan mengenai lima orang yang belum diketahui keberadaannya masih menjadi bagian dari pendalaman kasus.
Kelima nama yang dilaporkan belum diketahui keberadaannya yakni Bustam Sanusi, Andik Herman, Abdul Manan, Abdurrahman, dan Abdul Hamid.



