Danantara Satukan Empat Manajer Investasi BUMN, Bidik Pengelolaan Aset Lebih Efisien

redaksi

Fajarnews.co, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi mengonsolidasikan empat perusahaan manajemen investasi milik BUMN sebagai bagian dari strategi memperkuat pengelolaan aset negara dan meningkatkan daya saing investasi nasional.

Empat perusahaan yang akan digabungkan meliputi PNM Investment Management, BNI Asset Management, BRI Manajemen Investasi, serta Mandiri Manajemen Investasi yang akan menjadi entitas penerima penggabungan (surviving entity).

Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat yang dipimpin jajaran direksi Danantara, termasuk CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Dony Oskaria, dan CIO Pandu Sjahrir pada Selasa (7/7).

Menurut Dony Oskaria, langkah konsolidasi ini merupakan bagian dari transformasi pengelolaan aset BUMN agar lebih terintegrasi, profesional, dan mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi negara.

Melalui penggabungan tersebut, Danantara menargetkan terbentuknya perusahaan manajemen investasi terbesar di Indonesia dengan kapasitas mengelola portofolio aset secara lebih efektif. Selain meningkatkan efisiensi operasional, perusahaan hasil merger juga diharapkan memiliki tata kelola yang lebih kuat dan mampu menarik minat investor domestik maupun global.

Dony menegaskan bahwa penyederhanaan struktur perusahaan bukan menjadi tujuan utama. Fokus utama Danantara adalah memastikan seluruh aset BUMN dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga menghasilkan produktivitas dan nilai tambah yang lebih tinggi bagi perekonomian nasional.

Ke depan, perusahaan hasil merger diharapkan menjadi tulang punggung dalam pengelolaan aset negara yang modern, transparan, dan berorientasi pada pertumbuhan. Langkah ini juga diyakini dapat memperkuat kepercayaan investor sekaligus mendukung agenda pembangunan ekonomi Indonesia melalui pengelolaan aset yang lebih efisien.

Related Post

Tinggalkan komentar