Fajarnews.co, Muhammadiyah menegaskan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendorong adanya pembenahan menyeluruh dalam pelaksanaannya. Organisasi tersebut menilai perbaikan tata kelola diperlukan agar program strategis nasional itu dapat berjalan efektif dan mencapai sasaran yang diharapkan.
Melalui Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), Muhammadiyah menyatakan siap menjadi mitra pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan MBG secara profesional, transparan, dan akuntabel. Langkah ini dilakukan seiring munculnya berbagai kritik dan masukan dari masyarakat terkait implementasi program di lapangan.
Direktur BPPGM, M. Nurul Yamin, mengatakan bahwa program MBG memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Muhammadiyah memandang MBG bukan sekadar program penyediaan makanan, tetapi investasi jangka panjang untuk pembangunan kualitas manusia Indonesia. Karena itu, pengelolaan program harus didukung sistem yang kuat dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Muhammadiyah menekankan tiga aspek utama yang perlu menjadi perhatian, yakni keamanan pangan, tata kelola yang amanah dan profesional, serta pengembangan ekosistem yang berkelanjutan. Ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Selain itu, Muhammadiyah menilai keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas pengawasan, transparansi, serta kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaannya.
Dengan jaringan pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial yang dimiliki, Muhammadiyah menyatakan siap berkontribusi dalam mendukung keberhasilan program MBG sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan unggul di masa depan.



